News

Gugatan Pilwali Banjarmasin, MK Diharap Bisa Adil dalam Memberi Putusan

MK Diharap Bisa Adil dalam Memberi Putusan Atas Gugatan Pilkada Kota Banjarmasin


Gugatan Pilwali Banjarmasin, MK Diharap Bisa Adil dalam Memberi Putusan
Ilustrasi - Sidang MK (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari berharap Mahkamah Konstitusi bisa memberi putusan seadil-adilnya terkait gugatan Pilkada Banjarmasin yang diajukan oleh Paslon AnandaMu.

Hal ini terkait dengan dugaan terjadinya pelanggaran yang terstruktur, sistematis, dan masif (TSM) saat pelaksanaan di pemilu tersebut.

“Sengketa pilkada Banjarmasin menarik karena selisihnya sesungguhnya diatas batas normatif yang dibuat oleh MK, tetapi dilanjutkan kedalam persidangan," tutur Qodari dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (20/3/2021).

Dengan putusan yang adil, diharapkan bisa membawa kebaikan bagi seluruh warga kota Banjarmasin.

"Semoga hakim MK dapat mengambil keputusan yang seadil-adilnya agar bisa membawa kebaikan bagi seluruh warga kota Banjarmasin,” kata Qodari.

Qodari juga mengharapkan agar Walikota selanjutnya bisa memberikan perbaikan yang signifikan.

“Memang pada dasarnya Kota Banjarmasin membutuhkan perbaikan-perbaikan yang signifikan ya agar menjadi kota yang lebih teratur, lebih rapi, tidak kumuh, dengan higienitas dan sanitasi yg juga baik agar indah dilihat dan nyaman ditinggali. Semoga warga banjarmasin mendapatkan keputusan yang terbaik,' ucap dia.

Jika pelanggaran TSM terbukti, maka MK berwenang menyatakan pasangan calon yang telah ditetapkan sebagai pemenang tadi didiskualifikasi dari pemilu.

Sebagai contoh kecurangan TSM yang dimaksud apabila melibatkan aparat birokrasi termasuk kepala desa atau lurah.

Adapun pada saat proses persidangan baik persidangan awal maupun saat sidang pembuktian sengketa Pilwali Banjarmasin 2020 di MK berlangsung, paslon incumbent tidak pernah mengeluarkan bantahan soal pelanggaran money politik ataupun pelanggaran pilkada TSM yang didalilkan dilakukan olehnya.

Hal tersebut dapat ditelusuri lebih jauh melalui rekaman sidang yang berlangsung secara virtual beberapa waktu lalu.[]