Olahraga

Gubernur Victoria Tolak Pengecualian untuk Petenis yang Belum Divaksin

Australia Terbuka 2022 direncanakan digelar di Melbourne pada 17-30 Januari mendatang.


Gubernur Victoria Tolak Pengecualian untuk Petenis yang Belum Divaksin
Para pengunjung Australia Terbuka 2021 di sebuah taman di kawasan Melbourne Park di Melbourne, Australia, 10 Februari lalu. (TWITTER/Australia Terbuka)

AKURAT.CO, Status vaksinasi petenis yang akan bermain di Australia Terbuka 2022 masih belum tuntas. Terakhir, beberapa pejabat kunci di negara tersebut mengeluarkan pernyataan bertentangan berkenaan dengan wajib atau tidaknya seluruh petenis yang turun ke turnamen grand slam pembuka musim itu melakukan vaksinasi.

Pada Selasa (26/10), Perdana Menteri Australia, Scott Morrison, menyatakan bahwa petenis yang belum divaksinasi virus corona (Covid-19) boleh bermain di turnamen bergengsi di negaranya. Namun, Morrison mengatakan semuanya berpulang pada Pemerintah Negara Bagian Victoria–tempat turnamen dihelat.

Morrison mengatakan bahwa petenis bisa bermain jika Pemerintah Victoria membuat pengecualian. Merespons hal tersebut, Gubernur Victoria, Daniel Andrews, mengatakan bahwa pihaknya tidak menerapkan pengecualian karena semua warganya diwajibkan melakukan vaksinasi.

“Atas nama setiap warga Victoria yang divaksin yang sudah melakukan hal yang benar, pemerintah saya tidak akan menerapkan pengecualian terhadap pemain manapun yang belum divaksinasi,” kata Andrews sebagaimana dipetik dari BBC.

“Jika kami tidak menerapkan pengecualian, makan tidak ada pengecualian yang diberikan oleh sebab itu keseluruhan isu tersebut pada dasarnya sudah terselesaikan.”

Masalah ini menjadi isu krusial karena sebagian atlet belum divaksinasi. Salah satunya adalah petenis ranking satu dunia asal Serbia, Novak Djokovic, yang menegaskan tak ingin mengungkapkan status vaksinasinya untuk bisa bermain di Australia.

Bocoran dari WTA–Asosiasi Tenis Profesional Putri–menyebut bahwa Australia mengizinkan atlet yang tak melakukan vaksinasi bermain di Australia Terbuka. Namun, mereka harus menjalani karantina selama dua pekan yang cukup ketat.

Melbourne sendiri sebagai kota tempat Australia Terbuka dihelat dibuka secara penuh pekan lalu untuk kali pertama selama pandemi. Sebelumnya, Melbourne menjalani enam kali lockdown dan berada dalam pembatasan selama lebih dari 26o hari.

Namun demikian, warga yang tidak divaksinasi tidak diizinkan untuk mendapatkan kebebasan sejalan dengan pelonggaran aturan tersebut. Yang tak divaksin tak boleh berjalan-jalan di kota, termasuk ke pub, restoran, dan perhelatan olahraga.

“Saya tidak akan meminta orang-orang duduk di tribun utama, orang-orang yang bekerja di perhelatan (olahraga), untuk divaksinasi sementara (para) pemain tidak,” kata Andrews.[]