News

Gubernur Papua Lukas Enembe Alami Stroke Berat

Meski begitu, kata Arief, pihaknya sampai saat ini masih tegas tidak memberi toleransi apapun terhadap para pelaku korupsi.


Gubernur Papua Lukas Enembe Alami Stroke Berat
Gubernur Provinsi Papua, Lukas Enembe usai menggelar rapat bersama para Direktur BUMD di Gedung Negara, Dok V Kota Jayapura, Selasa (17/10). (AKURAT.CO/Sudjarwo)

AKURAT.CO, Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Demokrat Andi Arief membeberkan kondisi terkini Gubernur Papua Lukas Enembe setelah ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). 

"(Lukas enembe) sulit bicara dan jalan, benar-benar stroke berat," kata Andi Arief kepada wartawan, Jumat (23/9/2022). 

Meski begitu, kata Arief, pihaknya sampai saat ini masih tegas tidak memberi toleransi apapun terhadap para pelaku korupsi. Bahkan, kata dia, Partai Demokrat siap membantu KPK dalam memberantas korupsi. 

baca juga:

"Sekali lagi, kami hormati KPK dan akan bantu apabila diperlukan sambil memberi saran kemanusiaan," tukasnya.

Sebelumnya, Gubernur Papua Lukas Enembe ditetapkan sebagai tersangka kasus gratifikasi oleh KPK. Penetapan tersangka itu berdasarkan surat KPK RI Nomor B/536/dik.00/23/09/2022 pada 5 September 2022.

KPK diketahui telah melayangkan surat panggilan kepada kader Partai Demokrat itu untuk datang ke kantor lembaga antirasuah pada Senin (26/9) sebagai tersangka kasus gratifikasi. 

Ini merupakan surat panggilan kedua, di mana sebelumnya Lukas mangkir dari panggilan sebagai saksi pada Senin (12/9).  

"Iya, informasi yang kami peroleh, benar surat panggilan sebagai tersangka sudah dikirimkan tim penyidik KPK," kata Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri.[]