News

Gubernur Jatim Mendadak Beri Kabar Baik

Kota Surabaya telah memvaksin dosis pertama sebanyak 70,12 persen warganya.


Gubernur Jatim Mendadak Beri Kabar Baik
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa (kanan) didampingi Sekdaprov Jatim Heru Tjahjono (kiri) di sela kegiatan di Gedung Negara Grahadi di Surabaya. (ISTIMEWA)

AKURAT.CO, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyatakan bahwa capaian vaksinasi Covid-19 di Kota Surabaya dan Mojokerto sudah mencapai 70 persen. 

Hal ini disampaikan Khofifah dalam akun media sosial pribadinya pada Sabtu (7/8/2021) kemarin. Vaksinasi dilakukan untuk mencapai herd immunity

"Alhamdulillah, per 6 Agustus 2021 dua kota di Jawa Timur berhasil menembus lebih dari 70 persen dari target sasaran vaksinasi," kata Khofifah sebagaimana dikutip AKURAT.CO dari akun Instagram @khofifah.ip pada Minggu (8/8/2021).

Khofifah mengatakan Kota Surabaya telah memvaksin dosis pertama sebanyak 70,12 persen warganya.

"Kota Surabaya telah memvaksin dosis pertama sebanyak 1.555.254 dosis (70,12%) dan dosis kedua sebanyak 877.817 dosis (39,57%)," kata dia. 

Kemudian Kota Mojokerto telah melakukan vaksinasi dosis pertama ke 94,46 persen warganya.

"Sementara Kota Mojokerto telah melakukan vaksinasi dosis pertama sebanyak 95.919 dosis (94,46%) dan dosis kedua 33.394 dosis (32,89%)," ujar dia.

Khofifah mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat termasuk warganya. Ia meyakini akan bahwa bersama bisa segera mencapai target herd immunity. 

"Terima kasih kepada semua pihak yang telah bekerja keras dan bersinergi dengan baik. Selanjutnya, kabupaten/kota lainnya akan dimaksimalkan bersama-sama untuk bisa segera mencapai target herd immunity. Jatim, Yok bisa yok !" tutur dia. 

Di sisi lain, Khofifah juga menyatakan BOR isolasi Covid-19 di rumah sakit rujukan seluruh Jatim mulai menurun. Khofifah menyebut BOR isolasi saat ini 67% dari sebelumnya 80%.

Khofifah juga terus mengingatkan kepada seluruh warga Jatim agar terus disiplin protokol kesehatan, guna menekan penyebaran Covid-19.

"Angka ini bisa terus menurun. Syaratnya, tetap disiplin protokol kesehatan dan segera vaksinasi. Dengan begitu, kegiatan belajar tatap muka bertahap bisa segera dilaksanakan, dunia wisata dan transportasi bisa beroperasi kembali, seniman dan budayawan dapat kembali berkarya serta kegiatan keagamaan berjalan seperti semula. Insyaallah Jatim bisa," mantan Menteri Sosial RI itu.[]