News

Gubernur Jabar Turut Berkomentar Perkara Heboh Kasus Babi Ngepet di Depok

Berharap generasi berikutnya dijauhkan dari hal-hal tersebut


Gubernur Jabar Turut Berkomentar Perkara Heboh Kasus Babi Ngepet di Depok
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menanggapi hebohnya soal penangkapan hewan babi jadi-jadian alias 'babi ngepet'.

Faktanya, babi ngepet itu hanyalah rekayasa seorang oknum yang hanya ingin viral saja.

Ridwan Kamil pun membuat sebuah cuitan yang juga melansirkan artikel perihal babi ngepet yang merupakan ide rekayasa Ustaz Adam saat ngeronda.

"Masih banyak masyarakat yang mudah percaya hoaks. Apalagi pembuat hoaksnya adalah tokoh setempat. Karena akal sehat dan rasionalitas sering dikalahkan oleh hal-hal irasional," kata dia sebagaimana dikutip AKURAT.CO dari Twitter @ridwankamil pada Sabtu (1/5/2021).

Kemudian, ada salah seorang wanita yang juga dianggap 'julid' dan melakukan tuduhan kepada tetangganya.

"Sudah mah irasional juga hobi ngomporin menyiram bensin ke api. Menuduh jika tetangga kaya tapi jarang ke luar rumah artinya duitnya tidak halal," ujarnya.

Padahal menurutnya, di jaman sekarang ini semua bisa saja dilakukan dari rumah, apalagi untuk bekerja.

"Padahal hari ini, jual beli online bisa dari rumah, jadi konsultan konten marketing, grafis, bahkan dulu saya arsitek, di awal-awal kerja di rumah selama 2 tahun, mengerjakan kerjaan dari luar negeri," kata dia.

Ridwan Kamil pun berharap generasi berikutnya dijauhkan dari kejadian seperti ini.

"Mudah-mudahan anak cucu kita, Generasi Z dan Generasi Alpha jauh dari hal-hal begini. Aamiin," ujarnya.

Sebagaimana diberitakan, kasus babi ngepet yang heboh di Depok beberapa hari belakangan ini akhirnya terbongkar. Polisi akhirnya meringkus AI (44), seorang oknum ustadz yang terbukti merekayasa dan merencanakan heboh babi ngepet itu. Bahkan, perencanaan itu ia siapkan sejak satu bulan lalu. 

Kapolres Metro Depok, Kombes Imran Edwin Siregar menyatakan bahwa, rekayasa itu ia lakukan sejak berembus kabar ada warga sekitar rumahnya yang kehilangan uang. Nilainya bervariasi. Mulai Rp1 juta hingga Rp2 juta. 

"Mereka mengarang cerita dari kehilangan itu dari bulan Maret, jadi ada kurang lebih 1 bulan," jelas Imran kepada wartawan, Kamis (29/4/2021).

AI tak sendirian. Ia melibatkan sedikitnya delapan orang untuk mengatur siasat membuat kebohongan yang nyaris sempurna soal babi ngepet itu. Mereka lalu merekayasa cerita seolah-olah babi ngepet itu benar adanya. Segala macam bentuk cerita mereka kembangkan dan diembuskan ke masyarakat. []