Ekonomi

Guberneru BI Soal Penukaran Uang Baru: Silahkan Datang ke Kantor BI Pusat dan Daerah!

Menurut Perry, masyarakat juga bisa menukarkan uang rupiah lama dengan desain baru di 46 kantor perwakilan BI.


Guberneru BI Soal Penukaran Uang Baru: Silahkan Datang ke Kantor BI Pusat dan Daerah!
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo (Tangkapan Layar)

AKURAT.CO Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengungkapkan bocoran dimana masyarakat yang ingin segera mendapatkan uang kertas tahun emisi 2022. Dirinya mengatakan, bagi masyarakat yang ingin menukarkan ke uang baru untuk bisa datang ke kantor pusat.

Uang baru tersebut diketahui terdiri dari tujuh pecahan mulai dari Rp1.000 hingga Rp100 ribu.

Menurut Perry, masyarakat juga bisa menukarkan uang rupiah lama dengan desain baru di 46 kantor perwakilan BI. Sehingga masyarakat dari luar daerah tak perlu datang ke kantor pusat BI.

baca juga:

"Silakan datang ke kantor BI pusat maupun 46 kantor BI di seluruh Indonesia kalau ingin menukarkan dan dapat tujuh uang rupiah kertas emisi 2022 ini," ungkap Perry dalam Pembukaan Festival Rupiah Berdaulat Indonesia (FERBI) pada Jumat (19/8/2022).

Selain itu, dirinya juga mengatakan bahwa uang kertas emisi 2022 dibuat dengan teknologi terbaru sehingga  lebih aman serta tidak akan mudah untuk dipalsukan.

Lebih lanjut, Perry mengklaim uang rupiah kertas tahun emisi 2022 akan lebih mudah dideteksi oleh penyandang tunanetra untuk mempermudah.

Menurut Perry, rupiah sendiri bukanlah selembar kertas biasa, karena rupiah sendiri merupakan gambaran perjuangan Indonesia untuk merdeka.

"Rupiah tidak hanya selembar kertas, jadi harus cinta, bangga, dan paham. Dalam rupiah betul-betul penuh dengan perjuangan, sebagai salah satu simbol dari kedaulatan NKRI," jelas Perry.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menetapkan delapan pahlawan nasional sebagai gambar utama pada uang kertas Indonesia sesuai Keputusan Presiden Nomor 13 Tahun 2022 tentang penetapan Gambar Pahlawan Nasional sebagai Gambar Utama pada Bagian Depan Rupiah Kertas NKRI.