Ekonomi

Gubernur Bank Sentral Pakistan Sebut Lockdown COVID-19 Hanya Untungkan Orang-orang Kaya


Gubernur Bank Sentral Pakistan Sebut Lockdown COVID-19 Hanya Untungkan Orang-orang Kaya
Bendera pakistan

AKURAT.CO Gubernur bank sentral Pakistan, Reza Baqir mengungkapkan pandemi COVID-19 sudah bukan lagi sekadar krisis kesehatan, namun telah berdampak pada risiko krisis ekonomi.

“Pertama dan terutama, ini adalah krisis kesehatan masyarakat, kita harus mengingatkan diri kita sendiri akan hal itu, dan selanjutnya menjadi krisis ekonomi,” katanya dilansir dari laman Russia Today, Jakarta, Minggu (5/7/2020).

Menurut Baqir, lockdown sendiri hanya  menguntungkan bagi orang-orang kaya. Sementara untuk negara-negara seperti Pakistan, kehidupan banyak orang terganggu terutama kalangan menengah ke bawah yang kesulitan untuk bertahan hidup.

Dia menjelaskan, Pakistan memiliki banyak buruh harian yang mendapatkan upah harian, dan lockdown memotong satu-satunya sumber pendapatan mereka.

"Tanpa tabungan banyak, orang-orang itu akan menghadapi kelaparan," katanya.

Untuk membantu ekonomi mengatasi krisis COVID-19, bank sentral Pakistan telah menyuntikkan sekitar US$7 miliar atau 2,5 persen dari PDB ke sektor perekonomiannya, dalam hal dukungan likuiditas untuk rumah tangga dan bisnis. Pekan lalu, ia juga memangkas suku bunga kebijakan moneter sebesar 100 basis poin menjadi tujuh persen.

Pakistan telah melaporkan lebih dari 213 ribu kasus COVID-19. Jumlah yang terinfeksi melonjak menjadi 4.300 pada hari Kamis (2/7/2020) dengan 78 orang meninggal dalam periode 24 jam.

Seperti diketahui, Pakistan mencabut lockdown yang telah diadakan selama dua bulan yakni sejak awal Mei. Namun, Perdana Menteri Pakistan, Imran Khan saat ini menargetkan untuk menekan zona merah dengan melakukan lockdown beberapa daerah yang kembali memuncak. []

Dhera Arizona Pratiwi

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu