News

Gubernur Anies Diminta Antisipasi Ledakan Kasus Covid-19 Tahap II


Gubernur Anies Diminta Antisipasi Ledakan Kasus Covid-19 Tahap II
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (AKURAT.CO/Handaru M Putra)

AKURAT.CO, Politikus  PDIP DPRD DKI Jakarta Gilbert Simanjuntak meminta Gubernur Anies Baswedan mengnatisipasi ledakan kasus Covid-19 tahap II yang terjadi karena tak ada antisipasi penularan.

Gilbert menyebut, seminggu jelang Idul Fitri 1441 H penerapan aturan Pembatasan sosial berslaka besar (PSBB) mulai kendor. Hal ini dibuktikan beroperasinya sejumlah pasar di Jakarta. Para pengunjungnya bahkan tak menghiraukan jarak aman dan tidak mengenakan masker.

"Melihat kerumunan masyarakat tanpa jarak dan masker H-1 menjelang lebaran di pasar, harus diantisipasi kemungkinan lonjakan kasus sekitar 3 sampai 4 minggu setelah tanggal 23 Mei,"kata Gilbert saat dikonfirmasi, Selasa (26/5/2020).

Menurut mantan Wakil Ketua Regional South East Asia Regional Office International Agency for Prevention of Blindness WHO itu, PSBB yang tengah berjalan saat ini harus dibarengi dengan pengawasan yang ketat. Untuk menjamin aturan ini sukses kata Gilbert, masyarakat tak hanya dicekoki himbaan semata. Harus ada tindakan nyata.

"Ketegasan Pemprov DKI terasa jauh dari yang seharusnya karena Gubernur tidak pernah terlihat terjun ke lapangan meninjau langsung selama wabah berlangsung. Malah beberapa walikota, termasuk yang perempuan lebih berani sebagai bukti keseriusan dan ketegasan dengan turun ke lapangan,"tandasnya.

Gubenur Anies Baswedan sudah berkali-kali bilang bahwa tidak mudah bagi para pemudik untuk balik lagi ke Jakarta dalam waktu dekat ini.  Hal ini demi meminimilisir ledakan kasus baru di Jakarta.

Menurut Gilbert langkah itu tepat, tetapi tidak efektif dalam pencegahan. Seharusnya yang dilakukan Anies adalah mencegah penularan lokal yang terjadi pada orang-orang yang masih mendiami Jakarta saat ini karena hal ini jauh lebih berbahaya.

"Penularan lokal lebih berbahaya karena penyebarannya seperti awal wabah dari dua kasus di Depok menjadi se Indonesia,"ucapnya.

Cara mengenadalikan penularan lokal lanjut Gilbert adalah mengedukasi masyarakat untuk menerapkan pola hidup baru, salah satunya adalah menyesuaikan kondisi di pasar-pasar dengan menerapkan jarak aman sejauh satu meter antar sesama warga pasar.

Masyarakat harus dididik seperti yang dilakukan di Vietnam, Taiwan dan Thailand sebagai negara yang berhasil menangani wabah Covid-19.

"Himbauan kata-kata saja tidak cukup, tetapi masyarakat harus dididik dengan misalnya membuat tanda jarak satu meter di pasar. Ini harus jadi standar normal baru ke depan," tutupnya.[]