Olahraga

Guardiola: Final Liga Champions Kini Menjadi Masuk Akal

Pep Guardiola menganggap pencapaian final Liga Champions musim ini merupakan buah kerja keras City dalam empat-lima tahun terakhir.


Guardiola: Final Liga Champions Kini Menjadi Masuk Akal
Pelatih Manchester City, Pep Guardiola, saat mendampingi timnya menghadapi Manchester United di leg kedua Piala Liga Inggris 2019-2020 di Stadion Etihad, Manchester, 30 Januari silam. (REUTERS/Phil Noble)

AKURAT.CO, Pelatih Manchester City, Pep Guardiola, menganggap keberhasilan timnya mencapai final Liga Champions musim ini merupakan hasil kerja yang terukur. Setelah empat musim hanya bisa membawa The Citizens–julukan City–ke perempat final, tahun ini City akhirnya menembus final Liga Champions pertama dalam sejarah mereka.

“Ini luar biasa,” kata Guardiola usai memastikan final Liga Champions setelah City mengalahkan Paris Saint-Germain (PSG) 2-0 di leg kedua semifinal di Stadion Etihad di Manchester, Inggris, Selasa (5/5), sebagaimana dipetik dari BBC.

“Orang-orang menganggap mudah untuk bisa ke final Liga Champions. Mencapai final kini menjadi masuk akal berdasarkan apa yang kami lakukan dalam empat atau lima tahun terakhir.”

City mengalahkan PSG 2-0 berkat dwigol yang disumbangkan Riyad Mahrez. Dengan demikian, mereka lolos ke final dengan keunggulan agregat 4-1 setelah pekan lalu menang 2-1 di leg pertama ketika bertandang ke Paris.

“Setiap hari para pemain sangat konsisten. Kami mencetak gol melalui pinggul (benteng pertahanan PSG) di leg pertama, dan hari ini Marquinhos (gelandang PSG) mengenai tiang gawang di babak pertama–Anda bisa tersingkir karena detil-detil kecil,” kata Guardiola.

Bagi Guardiola sendiri, ini adalah final Liga Champions ketiga sepanjang kariernya setelah dua yang sebelumnya terjadi bersama Barcelona pada 2009 dan 2011. Soal detil, Guardiola membandingkan beberapa final Liga Champions yang menghasilkan juara karena hal-hal kecil.

“Manchester United memenangi gelar (2008) karena John Terry terpeleset dan mencetak gol di menit akhir melawan Bayern Muenchen (pada 1999) dan Real Madrid memenangi gelar melawan Atletico (Madrid) di menit ke-93 (pada 2014),” ucap Guardiola.

“Ini adalah sebuah kompetisi yang sulit dan sesuatu di atas langit sana ikut terlibat.”

Pada akhirnya, Guardiola mengatakan bahwa pencapaiannya sejauh ini bukan semata karena uang. Meski Guardiola sebelumnya pernah mengatakan bahwa City sukses karena pemilik klub berani mengeluarkan uang untuk membeli pemain.

“Saya ingin berterimakasih terhadap pemilik (klub), pemimpin dan staf klub. Klub ini adalah tentang semua orang yang bekerja di belakang layar, ini bukan hanya soal uang. Jika Anda berpikir demikian, maka Anda salah.”[]

Hervin Saputra

https://akurat.co