Olahraga

Guardiola: Anda Selalu Menilai Pelatih Terlalu Tinggi, Terlalu!

Manchester City terkesan dengan posisi Pep Guardiola sebagai pelatih. Seakan-akan City adalah milik Guardiola dan para pemain berada di lapisan kedua.


Guardiola: Anda Selalu Menilai Pelatih Terlalu Tinggi, Terlalu!
Pelatih Manchester City, Pep Guardiola, sukses membawa timnya meraih gelar juara Liga Primer Inggris 2021-2022. (TWITTER/Pep Team)

AKURAT.CO, Banyak pengamat menganggap bahwa Pelatih Manchester City, Pep Guardiola, “baper” ketika eks pemain Manchester United (MU), Patrice Evra, menyebut bahwa tak ada pemain berkarakter di skuatnya. Evra menyampaikan komentar tersebut selepas City tersingkir di semifinal Liga Champions 2021-2022 karena comeback Real Madrid.

Dari luar, pernyataan Evra tersebut bisa dibaca bahwa City terkesan dengan posisi Guardiola sebagai pelatih. Seakan-akan City adalah milik Guardiola dan para pemain berada di lapisan kedua sehingga karakter tim tersebut justru berada pada sosok sang pelatih.

Menjelang pertandingan terakhir Liga Primer Inggris 2021-2022 menghadapi Aston Villa di Stadion Etihad, Manchester, Inggris, akhir pekan lalu, Guardiola memberikan pandangannya tentang “dugaan” ini dalam wawancara dengan Sky Sports. Menurutnya, publik menganggap posisi manajer terlalu besar ketimbang pemain.

baca juga:

“Anda selalu menilai pelatih terlalu tinggi, terlalu. Terlalu banyak. Tetapi, itu baik, pekerjaan kami dibayar dengan baik,” ucap Guardiola seraya bergurau.

Pun demikian, Guardiola juga mendapatkan pertanyaan bahwa perannya sebagai pelatih tak terpisahkan dari keberhasilan City sejak ia mendarat ke klub tersebut pada 2016. Dengan gelar Liga Primer Inggris musim yang baru saja berlalu, Guardiola telah mempersembahkan empat gelar dalam lima tahun terakhir.

Soal ini, Guardiola mengatakan bahwa peran pelatih hanya sebagai perancang permainan sebelum pertandingan. Ketika di lapangan, sepenuhnya merupakan peran pemain.

“Bagi saya, itu mudah saja, saya akan membuat bagan, saya membuat posisi, dan saya bilang, ini ada ruang dan ini yang harus Anda lakukan,” ucap Guardiola.

“Pertanyaannya bukan itu, pertanyaannya adalah ‘kapan’, (ada) ruang dan waktu, kapan dia harus melakukan eksekusi, tergantung pada reaksi. Ada jutaan alasan, kapan dia melakukannya, dan itu bukan (karena) pelatih, itu adalah soal pemain.

“Saya bisa bilang Anda bergerak ke sini ada ruang, tapi bagaimana Anda mendapatkan bola ke ruang itu, dan Anda melakukan eksekusi pada waktu yang tepat, satu detik, tergantung gerakan lawan Anda, gerakan rekan setim Anda, bagaimana saya memengaruhi itu? Nol!”[]