Ekonomi

Grant Thornton Nilai Target BI Soal Pertumbuhan Ekonomi di 2022 Itu Realistis!

Soal target Pertumbuhan ekonomi 2022 sebesar 5,5%, Grant Thornton: Kami sama dengan BI, angka itu realistis bila melihat perbaikan industri dan investasi.


Grant Thornton Nilai Target BI Soal Pertumbuhan Ekonomi di 2022 Itu Realistis!
Ilustrasi Bank Indonesia (BI). Grant Thornton menilai target Bank Indonesia (BI) terhadap pertumbuhan ekonomi 2022 yang akan menyentuh angka 5,5 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) terbilang realistis. (AKURAT.CO/Ryan)

CEO/Managing Partner Grant Thornton Johanna Gani menilai target Bank Indonesia (BI) terhadap pertumbuhan ekonomi 2022 yang akan menyentuh angka 5,5 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) terbilang realistis.

Dalam hal ini, pihaknya juga berpandangan yang sama dengan Bank Indonesia.

"Kami sama dengan BI, angka itu realistis bila melihat perbaikan industri dan investasi," kata Johanna dalam diskusi virtual, Rabu (26/1/2022).

baca juga:

Ia menjelaskan, daya beli masyarakat kian membaik sejak kuartal III/2021. Hal serupa juga terjadi pada pergerakan perekonomian negara.

Selain itu, laporan tahunan Grant Thornton International Business Report (IBR) juga menunjukkan optimisme para pelaku bisnis global terhadap perekonomian di 2022. Di ASEAN sendiri, optimisme terhadap ekonomi meningkat sebanyak 9 persen menjadi 73 persen pada semester II/2021. Adapun di level global angkanya menyentuh 70 persen.

Kendati demikian, Johanna mengatakan, perkembangan varian baru virus Covid-19 perlu menjadi perhatian. Pasalnya, penyebaran virus Covid-19 pada akhirnya juga akan berdampak pada kondisi ekonomi.

"Dalam waktu dekat, kita perlu waspada akan adanya varian baru dan risiko lonjakan kasus yang dapat berpengaruh negatif pada pemulihan ekonomi," tandasnya.[]

Lihat Sumber Artikel di Warta Ekonomi Disclaimer: Artikel ini adalah kerja sama antara AkuratCo dengan Warta Ekonomi. Hal yang berkaitan dengan tulisan, foto, video, grafis, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab dari Warta Ekonomi.
Sumber: Warta Ekonomi