Ekonomi

Grab Beli 4 Persen Saham Emtek, Sinyal OVO dan Dana Merger?

Perusahaan ride-healing Grab dikabarkan membeli saham perusahaan teknologi asal Indonesia, PT. Elang Mahkota Teknologi (EMTK)


Grab Beli 4 Persen Saham Emtek, Sinyal OVO dan Dana Merger?
Ilustrasi driver Grab ditengah pandemi COVID-19, Jumat (27/3/2020) (Dok. Grab)

AKURAT.CO Beberapa waktu lalu, perusahaan ride-healing Grab dikabarkan membeli saham perusahaan teknologi asal Indonesia, PT. Elang Mahkota Teknologi (EMTK). 

Dimana pembelian saham itu dikabarkan akan menjadi sinyal merger bagi kedua perusahaan pembayaran digital tersebut yaitu OVO dan DANA. 

Menurut lansiran The Straits Times, Kamis (15/4/2021), Grab melalui dukungan softbank membeli saham EMTK sekitar 4% atau senilai lebih dari Rp4 triliun dalam bentuk penjualan private placement EMTK baru-baru ini.

Disebutkan bahwa pada 5 April 2021 lalu, EMTK mengumumkan telah menyelesaikan penjualan saham baru melalui private placement senilai Rp9,3 triliun, dengan Naver Corporation, mesin pencari web terbesar di Korea Selatan, dan sebuah perusahaan investasi bernama H Holdings Inc menjadi pembeli saham yang mewakili sekitar 8,4% dari perusahaan. Kemudian private placement ini memperbesar modal yang disetor oleh perseroan.

"Grab dibeli melalui H Holdings," ucap salah satu narasumber yang tak ingin disebut namanya.

Menurut perwakilan dari EMTK, dengan adanya private placement tersebut akan digunakan untuk mengembangkan bisnis serta membantu mendanai operasional sehari-hari. 

Setelah private placement, pemegang saham Emtek utama terdilusi. Misalnya, kepemilikan pendiri Eddy Sariaatmadja turun menjadi 22,96% dari 24,9%.

Kemudian pemegang saham utama lainnya adalah Anthoni Salim, yang merupakan salah satu taipan terkaya di Indonesia juga ikut turun. Sementara itu, Direktur Pelaksana Emtek Sutanto Hartoto tidak menjawab pertanyaan tertulis yang dikirim oleh The Straits Times tentang investasi Grab dan kemungkinan merger dari dua perusahaan pembayaran digital tersebut.

Meskipun begitu, sampai saat ini Grab belum memberikan tanggapan langsung atas pertanyaan serupa. Peraturan pasar saham Indonesia mensyaratkan kepemilikan lima persen atau lebih di perusahaan terbuka untuk diungkapkan kepada publik.

Sumber: The Straits Times