Ekonomi

Google PHK Karyawan Hingga 12.000 Orang, Ini Alasannya

Google PHK Karyawan Hingga 12.000 Orang, Ini Alasannya
Ilustrasi google PHK karyawan (Canva)

AKURAT.CO Perusahaan induk Google, Alphabet telah mengumumkan rencana Google PHK karyawan sebanyak 12.000 orang pada Jumat (20/1/2023).

Setelah perusahaan teknologi raksasa seperti Amazon, Meta dan Microsoft mengumumkan PHK terhadap karyawannya di awal tahun 2023 ini. Kini Google masuk ke daftar perusahaan teknologi raksasa yang melakukan layoff massal.

Alasan Google PHK Karyawan

Dikutip dari berbagai sumber, Kamis (26/1/2023), berikut alasan Google PHK Karyawan:

baca juga:

1. Banyak karyawan yang dianggap kurang penting untuk dipertahankan

Direktur Sumber Daya Manusia (SDM) Google, Fiona Cicconi mengatakan PHK diputuskan berdasarkan konsultasi yang dilakukan Pichai dengan para pendiri dan pemegang saham terkendali, yakni Sergey Brin dan Larry Page, dan dewan direksi Google yang lainnya.

Cicconi mengatakan, sebelum Google PHK karyawan, Google memiliki 30 ribu karyawan di posisi manajer. Setelah didalami, perusahaan menganggap ada beberapa pekerjaan yang tidak penting.

Cicconi mengaku perusahaan tidak berdiskusi lebih dalam dengan karyawan terkait rencana PHK. Namun, menurutnya jika hal itu dilakukan akan membuat proses PHK memakan waktu yang lama.

2. Pemilihan karyawan yang diberhentikan

Cicconi mengatakan dalam melakukan PHK, ada 750 orang kepala divisi senior yang dilibatkan. Perusahaan sendiri mempertahankan pekerja berdasarkan keterampilan, produktivitas, riwayat kerja, dan sebagainya. Di luar kriteria tersebut, akan terkena PHK.

Perusahaan Google memastikan akan bertanggung jawab sesuai dengan regulasi yang ada terkait PHK di Google. Perusahaan tetap memotong bonus para pekerja senior yang masih lanjut bekerja. Pichai memastikan, seluruh Senior Vice President (SVP) akan mengalami pengurangan bonus tahunan yang signifikan di 2023 ini.

3. Google antisipasi kebocoran data pengguna

Google melakukan antisipasi terhadap kebocoran data pengguna sehingga memutus akses sistem perusahaan kepada korban PHK.