Tech

Google Perbarui Langkah untuk Jaga Privasi Pengguna


Google Perbarui Langkah untuk Jaga Privasi Pengguna
Google Year in Search, Rabu (11/12) (AKURAT.CO / Rizki Sandi S)

AKURAT.CO, Mesin pencarian raksasa Google membuat beberapa pembaruan pada layanannya. Ditujukan untuk menjaga keamanan privasi serta informasi pribadi para penggunanya.

Greg Fair selaku Product Manager, Privacy Products and Services Google mengatakan bahwa pembaruan perbaikan privasi ini selaras dengan prinsip-prinsip perusahaan, termasuk perubahan praktik retensi data untuk produk utama Google agar pihaknya dapat menyimpan lebih sedikit data secara default.

"Kami berfokus pada tiga prinsip penting, yakni menjaga keamanan informasi Anda, memperlakukannya secara bertanggung jawab, dan memberikan kontrol pengelolaannya kepada Anda," kata Greg saat video conference, Selasa (30/6/2020).

Dalam hal ini Greg menjelaskan beberapa pembaruan yang dihadirkan untuk menjaga informasi pribadi penggunanya.

Kontrol Hapus Otomatis

Fitur yang telah dikembangkan sejak tahun lalu ini memiliki kemampuan memberi pengguna pilihan untuk meminta Google menghapus data Histori Lokasi, penelusuran, suara, dan aktivitas YouTube setelah 3 bulan atau 18 bulan secara otomatis dan berkelanjutan. Jika pengguna sudah mengaktifkan Histori Lokasi dan Aktivitas Web & Aplikasi, Google tidak akan mengubah setelan tersebut.

Namun, sistem akan secara aktif mengingatkan pengguna tentang adanya kontrol hapus otomatis melalui notifikasi di dalam produk serta melalui email, agar pengguna dapat memilih setelan hapus otomatis yang sesuai.

Google Perbarui Langkah untuk Jaga Privasi Pengguna - Foto 1
Google Privacy. Dok. Google

Hapus otomatis Aktivitas Web & Aplikasi juga akan disetel secara default ke 18 bulan untuk akun baru. Artinya, data aktivitas pengguna akan secara otomatis dan berkelanjutan dihapus setelah 18 bulan, bukannya disimpan sampai pengguna menghapusnya secara manual, pengguna juga dapat menonaktifkan setelan ini atau mengubah opsi hapus otomatis kapan saja.

Perlindungan Data yang Proaktif

Semua produk Google diklaim memberikan perlindungan otomatis, termasuk Safe Browsing yang melindungi lebih dari 4 miliar perangkat dari ancaman phishing dan malware setiap hari, serta Google Play Protect yang akan memindai aplikasi pengguna selama, sebelum, dan setelah download agar perangkat tetap aman.

Google menambahkan rekomendasi yang bersifat proaktif, termasuk tips panduan untuk membantu pengguna mengelola setelan privasi.

Pemeriksaan Sandi

Dalam beberapa minggu ke depan, alat Google akan memeriksa apakah sandi yang tersimpan di Akun Google pengguna terancam risiko, hal tersebut akan menjadi bagian inti dari Pemeriksaan Keamanan.

Lebih dari 100 juta orang telah menggunakan Pemeriksaan Sandi, dan pembobolan kredensial pun telah berkurang 30 persen. Cara ini terbukti sangat efektif dalam mengamankan data pengguna tidak hanya di Google, tetapi di seluruh internet.

Seperti elemen-elemen lain dari Pemeriksaan Keamanan, Google akan secara otomatis memberikan informasi yang pengguna perlukan untuk mengamankan akun yang terancam risiko.

Akses lebih mudah ke mode Samaran

Google juga mempermudah akses ke mode Samaran di aplikasi terpopuler, hanya dengan menekan lama gambar profil pengguna di Penelusuran, Maps, dan YouTube. Fitur ini mulai tersedia hari ini di Google App untuk iOS, dan akan segera hadir di Android dan aplikasi lain.

Google Perbarui Langkah untuk Jaga Privasi Pengguna - Foto 2

Google Privacy. Dok. Google

Google juga tengah bekerja untuk memungkinkan pengguna untuk terus mengaktifkan mode Samaran di berbagai aplikasi Google, seperti Maps dan YouTube.

Walau ada banyak kemajuan dalam hal privasi dan keamanan di produk Google, namun pihaknya akan terus mengampanyekan peraturan data yang bijak di seluruh dunia, termasuk hukum privasi tingkat federal yang efektif dan komprehensif di Amerika Serikat.

"Untuk membantu upaya ini, kami telah memublikasikan sebuah kerangka kerja regulasi berdasarkan hukum dan model privasi dari seluruh dunia, seperti General Data Protection Regulation di Eropa, serta pengalaman kami dalam membangun alat yang mengutamakan privasi," pungkas Greg.