Tech

Google Chrome Bakal Langsung Blokir Unduhan dari Sumber Tidak Aman


Google Chrome Bakal Langsung Blokir Unduhan dari Sumber Tidak Aman
Pembaruan Chrome kini bisa unduh artikel otomatis (ISTIMEWA)

AKURAT.CO, Beberapa bulan lalu, mesin pencarian raksasa Google mengungkapkan rencana untuk memperingatkan pengguna layanan perambannya Chrome mengenai unduhan 'tidak aman’. Kabarnya, kini perusahaan akan memblokir secara langsung segala bentuk unduhan yang dimaksud.

Langkah tersebut dilakukan Google berdasarkan analisis dari Joe DeBlasio selaku salah satu dari tim keamanan Chrome yang menyampaikannya dalam posting blog.

"Hari ini kami mengumumkan bahwa Chrome akan secara bertahap memastikan bahwa halaman aman (HTTPS) hanya mengunduh file yang aman," tulis Joe DeBlasio, dikutip dari The Verge, Selasa (11/2/2020).

"File yang diunduh secara tidak aman berisiko terhadap keamanan dan privasi pengguna. Misalnya, program yang diunduh secara tidak aman dapat ditukar dengan malware oleh penyerang, dan eavesdropper dapat membaca laporan bank yang diunduh secara tidak aman oleh pengguna," tambahnya.

Lebih lanjut, Oktober mendatang Google berencana untuk merilis web browsing populer sebagai upaya perusahaan untuk memigrasi seluruh pengembang ke HTTPS.

Sebelumnya, Google juga sudah mulai mengambil langkah untuk memblokir beberapa jaringan situs HTTPS dengan menarik sumber halaman yang tidak aman. Hal ini dilakukan perusahaan pada tahun lalu.

"Di masa mendatang, kami berharap untuk lebih lanjut membatasi unduhan yang tidak aman di Chrome," tegas DeBlasio.

Peringatan terkait pemblokiran situs tidak aman tersebut juga akan berlaku untuk layanan Chrome versi Android dan iOS, tetapi khusus untuk platform seluler perusahaan menyebut jadwal perilisannya akan ditunda beberapa waktu ke depan.

"Chrome akan menunda peluncuran untuk pengguna Android dan iOS dengan satu rilis, memulai peringatan di Chrome 83. Platform seluler memiliki perlindungan asli yang lebih baik terhadap file berbahaya, dan penundaan ini akan memberi pengembang langkah awal untuk memperbarui situs mereka sebelum berdampak pada pengguna seluler," pungkasnya.