Olahraga

Golovkin: Kekalahan atas Bivol Mengembalikan Canelo ke Realita

Golovkin: Kekalahan atas Bivol Mengembalikan Canelo ke Realita
Petinju asal Kazakhstan, Gennady Golovkin, saat menyaksikan pertarungan antara Saul 'Canelo' Alvarez melawan Daniel Jacobs. (CBSSPORT)

AKURAT.CO, Petinju kelas menengah asal Kazakhstan, Gennady Golovkin, mengatakan bahwa kekalahan musuh bebuyutannya, Saul “Canelo” Alvarez, atas Dmitry Bivol di Las Vegas, Amerika Serikat, 17 September 2022, merupakan pelajaran penting bagi rivalnya tersebut.

Pandangan ini disampaikan petinju dengan julukan GGG itu menjelang pertarungan ketiganya menghadapi Alvarez. Golovkin akan menantang empat gelar juara dunia kelas menengah super milik Alvarez di Las Vegas, 17 September mendatang.

“Anda belajar dari kekalahan. Kami ada di level di mana sebuah kekalahan hanya akan membuat Anda menjadi lebih kuat,” kata Golovkin sebagaimana dipetik dari Boxing Scene.

baca juga:

“Menurut saya (kekalahan atas Bivol) bagus untuk Canelo karena kekalahan seperti itu membuatnya kembali ke kenyataan. Dia akan mengambil kesimpulan yang baik dari pertarungan itu untuk menjadi petarung yang lebih baik.”

Alvarez kalah angka atas Bivol sebagai penantang gelar juara dunia WBA (Super) kelas berat ringan. Sejumlah pihak menganggap kekalahan yang merupakan kekalahan kedua dalam karier Alvarez itu karena sang petinju asal Meksiko tersebut terlalu memaksakan diri untuk menaikkan berat badannya menghadapi Bivol.

Golovkin sendiri mengaku tak terlalu memperhatikan pertarungan Canelo. Ia hanya menyaksikan cuplikan beberapa laga Alvarez dan menurutnya hasil laga 12 ronde antara Bivol dan Alvarez merupakan hasil yang pantas.

“Saya menonton beberapa cuplikan pertarungan tetapi saya tidak mengikuti (Alvarez) dan memikirkan dia. Dia tidak ada dalam radar saya,” kata Golovkin.

“Saya tahu banyak orang tidak percaya saya tetapi saya tidak menonton pertandingan secara langsung atau setelahnya. Saya menonton cuplikan. Tidak ada kejutan bagi saya. Bivol adalah Bivol. Canelo adalah Canelo. Itu adalah hari yang baik untuk Bivol dan bukan hari yang baik untuk Alvarez.”

Adapun pertarungan ketiga melawan Alvarez akan menjadi kesempatan bagi Golovkin untuk membalas dendam. Setelah bermain imbang pada perjumpaan pertama, 16 September 2017, Golovkin kehilangan tiga gelar juara dunianya di laga kedua setahun kemudian.

Pertarungan ketiga digelar karena tingginya permintaan penggemar. Sebagian penggemar menganggap hasil pertarungan kedua tidak cukup mutlak untuk mengakui bahwa Alvarez memang lebih unggul ketimbang Canelo.[]