Olahraga

Golovkin: Kekalahan atas Bivol Membuat Canelo "Tersesat" dalam Kenyataan

Golovkin: Kekalahan atas Bivol Membuat Canelo
Pada 2013, Gennady Golovkin menyingkirkan Curtis Steven secara TKO setelah lawannya mengeluarkan kata-kata kasar menjelang pertandingan. (BOXING NEWS 24)

AKURAT.CO, Kurang dari sepekan menuju pertarungan ketiganya menghadapi Saul “Canelo” Alvarez, Gennady “GGG” Golovkin mengeluarkan pernyataan yang “diplomatik” sebagai manuver perang urat syarafnya. Golovkin menilai Alvarez dengan melihat pertarungan terakhir lawannya tersebut dengan Dmitry Bivol.

Sejalan dengan perdebatan bahwa Alvarez tidak menang secara meyakinkan pada pertarungan kedua mereka, September 2018, Golovkin justru sebaliknya mengatakan bahwa Bivol menang meyakinkan terhadap petinju asal Meksiko tersebut. Kemenangan itu, kata Golovkin, membuat Alvarez kembali ke dunia nyata.

“Akan tidak pantas kalau saya menyebut berapa angka (pertarungan Bivol-Alvarez). Saya bukan juri. Orang-orang akan mempertanyakan pendapat saya, jadi saya tidak ingin melakukan itu,” kata Golovkin sebagaimana dipetik dari Boxing Scene.

baca juga:

“Tetapi Bivol tampak lebih baik dan kemenangannya lebih meyakinkan dari yang dicerminkan angka. Dan perilaku lawannya, Canelo, yang mengangkat tangannya selepas pertarungan dan kemudian bilang bahwa dia hanya kalah beberapa ronde, itu menunjukkan bahwa dia sudah kehilangan sentuhan dengan kenyataan dan gagal menilai banyak hal secara cermat.”

Golovkin akan naik ring untuk pertarungan ketiga menghadapi Alvarez di Las Vegas, Amerika Serikat, Sabtu (17/8). Pertarungan pertama pada 2017 berakhir imbang dan setahun kemudian Alvarez menang angka melalui laga kedua yang ketat sekaligus masih menyisakan rasa penasaran penggemar sehingga melahirkan pertarungan ketiga.

Menurut Golovkin, pendukung Alvarez terlalu lama larut dengan dominasi petinju idola mereka itu. Melawan Bivol adalah kekalahan pertama Alvarez sejak menyerah 12 ronde terhadap Floyd Mayweather pada 2013.

“Saya tidak akan bilang bahwa saya terkejut karena saya tahu siapa Canelo, siapa Bivol. Apa yang mengejutkan saya adalah reaksi orang-orang yang berada di bawah semacam ilusi, yang pada dasarnya mengolok-olok diri mereka sendiri untuk waktu yang lama (tentang Alvarez),” ucap Golovkin.

“Menurut saya Bivol bisa lebih superior. Kita semua melihat bagaimana kelihatannya dia setelah pertarungan. Dia bahkan tidak terlihat lelah. Dia punya kemampuan untuk membuat kemenangannya lebih meyakinkan.”  

Adapun Golovkin terakhir kali bertarung menghadapi lawan asal Jepang, Ryota Murata. Pada laga tersebut, Golovkin menang TKO di ronde ketujuh untuk mempertahankan gelar juara dunia kelas menengah IBF dan IBO serta merebut gelar WBA (Super).[]