News

Golkar Dukung Jokowi Tolak Jabatan Presiden Tiga Periode

Idris menilai, perlu disikapi dengan hati-hati. Sebab, jika ingin memperkuat kewenangan senator, tentu akan membuka peluang


Golkar Dukung Jokowi Tolak Jabatan Presiden Tiga Periode
Ketua Fraksi Golkar MPR RI, Idris Laena

AKURAT.CO, Ketua Fraksi Golkar MPR RI, Idris Laena menyambut baik hasil survei Saiful Mujani Reseach and Consulting (SMRC) yang menganggap Pancasila dan UUD 1945 sebagai rumusan konsensus terbaik.

Menurutnya, hal ini sejalan dengan prinsip bahwa Pancasila adalah dasar negara yang tak bisa lagi diperdebatkan.

"Adapun Pembukaan Undang-undang Dasar Negara 1945 sudah menjadi konsensus bahwa tidak boleh diubah," kata Idris sebagaimana yang dikutip AKURAT.CO, Senin (21/6/2021).

Dia mengatakan, meski batang tubuh UUDN 1945 bisa diamandemen, tapi hal itu tidak mudah. Sebab, lanjut Idris, syarat pengajuan perubahan minimal 1/3 dari jumlah anggota MPR.

Mantan Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Jokowi-Amin juga menyayangkan jika isu ini terus muncul. Karena, sampai saat ini reputasi Jokowi sebagai Presiden terbukti mampu bekerja dengan baik, meski dihantam pandemi Covid-19. Kemudian, soal terbelahnya pandangan masyarakat tentang penguatan DPD RI.

Idris menilai, perlu disikapi dengan hati-hati. Sebab, jika ingin memperkuat kewenangan senator, tentu akan membuka peluang munculnya keinginan menghidupkan kembali utusan golongan, seperti yang diatur dalam konstitusi sebelum diamandemen.

Sementara, soal hasil survei bahwa mayoritas warga tidak setuju Jokowi maju kembali dalam Pilpres 2024, anggota DPR empat periode itu menilai sudah sesuai dengan pasal 7 UUD 1945.

"Di sana disebutkan bahwa Presiden dan Wakil Presiden memegang jabatan selama lima tahun,dan sesudahnya dapat dipilih kembali dalam jabatan yang sama,hanya untuk satu kali masa jabatan," katanya.

Terakhir, Idris juga mengomentari soal  mayoritas warga berpendidikan tinggi menolak gagasan pencalonan kembali Jokowi dalam Pilpres 2024. Menurutnya, ini menunjukkan bahwa masyarakat ingin agar konstitusi dijalankan secara konsekuen.

"Karena itu, penegasan Jokowi yang menyatakan bahwa yang menginginkan maju kembali yang ketiga kalinya,ingin menjerumuskan saja, bisa saja menjadi kenyataan," tandasnya.[]

Melly Kartika Adelia

https://akurat.co