News

Golkar: Data Penduduk Sangat Penting di Era Digital, Harus Segera Dibenahi!


Golkar: Data Penduduk Sangat Penting di Era Digital, Harus Segera Dibenahi!
Ketua Pansus panitia Hak Angket KPK Agun Gunandjar memimpin jalanya rapat Pansus Hak Angket KPK di kompleks Parlemen MPR/DPR-DPD, Senayan, Jakarta, Kamis (8/6). (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Pemerintah diminta segera benahi data kependudukan yang berdampak pada kacaunya penyaluran bantuan sosial masyarakat, hingga sulitnya kita menjadi negara kompetitif, juga kebijakan yang dinilai tidak responsif. 

"Data penduduk kini menjadi sangat penting apalagi di era digital seperti saat ini. Kini terjadi perubahan paradigma dari hal-hal yang tadinya konvensional sekarang sudah serba digital. Itu terjadi karena pergerakan orang saat ini banyak bergerak di tempat, baik dalam konteks politik, ekonomi juga sosial budaya," kata Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Agun Gunandjar Sudarsa. 

Menurut dia, data kependudukan yang valid sangat dibutuhkan dalam proses-proses aktivitas era digital. Selain itu, pemerintah juga bisa mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang dapat langsung menyentuh ke masyarakat. Begitu juga dengan partai, dengan data yang terstruktur, maka kebijakan yang disusun juga langsung menyentuh akar rumput.

"Kalau pakai cara-cara konvensional kan sudah tidak mungkin. Sehingga ke depan yang harus dibangun dan dilakukan itu adalah data. Kalau negara ya data kependudukan yang benar. Kalau partai itu data keanggotaan yang benar," ujar Agun. 

Namun kenyataannya, hingga kini tidak ada upaya massif dari pemerintah untuk menuntaskan masalah data ini. Justru, penyelesaian masalah data ini dilakukan melalui kegiatan-kegiatan yang sekedar seremonial dan mengejar proyek belaka seperti Sensus Penduduk.

"Selama ini pengolahan data kependudukan dilakukan secara proyek yang pengerjaannya malah dilakukan pihak ketiga. Sementara sistem pemerintahan yang paling bawah seperti pengurus RT, tidak dilibatkan. Memang RT terlibat, tapi oleh petugas petugas sensus atau petugas cacah jiwa hanya sekedar datang menemui pengurus RT hanya sekedar mengambil data saja," tandasnya.[]