Rahmah

Gokil! Satu Rombongan Perajut Kerajaan Kena Prank Abu Nawas, Begini Kisah Lengkapnya

Saat sedang bersantai menikmati secangkir teh di teras rumahnya. Tiba-tiba, lewat serombongan prajurit kerajaan dengan seorang komandannya.


Gokil! Satu Rombongan Perajut Kerajaan Kena Prank Abu Nawas, Begini Kisah Lengkapnya
Ilustrasi Abu Nawas (Alif)

AKURAT.CO Suatu pagi yang cerah, Abu Nawas sedang bersantai menikmati secangkir teh di teras rumahnya. Tiba-tiba, lewat serombongan prajurit kerajaan dengan seorang komandannya. Melihat Abu Nawas yang sedang bersantai, sang komandan pun berhenti, ia bermaksud menemui Abu Nawas untuk menanyakan sesuatu.

Sang Komandan bertanya,

"Wahai tuan, dimanakah aku bisa menemukan tempat untuk bersenang-senang di daerah sekitar sini?," tanya komandan yang rupanya tidak mengetahui jika yang ditanya adalah Abu Nawas orang yang cukup terkenal karena kecerdasannya dan kedekatannya dengan baginda raja dan ia juga merupakan penasehat kerajaan pada masa itu.

"Kalau tidak salah di sebelah sana," jawab Abu Nawas.

"Dimanakah tempat itu?," tanya salah seorang prajurit yang lain dengan nada tinggi dan tidak menghargai.

"Pergilah ke arah sana, lurus tanpa belok-belok, maka kalian akan menjumpai tempat untuk bersenang-senang," jawab Abu Nawas.

Tanpa mengucap terimakasih dan permisi, rombongan tentara kerajaan itu akhirnya menuju tempat yang sudah ditunjukkan oleh Abu Nawas tadi. Setelah beberapa saat, mereka semua kaget karena tempat yang mereka temukan bukanlah tempat bersenang-senang, akan tetapi sebuah kompleks kuburan yang sangat luas. Hal ini tentu saja membuat para tentara marah karena merasa telah dipermainkan oleh pemuda tersebut.

Mereka kemudian kembali lagi ke rumah Abu Nawas dan menemuinya.

"Wahai tuan, kenapa engkau berani sekali membohongi kami?," tanya sang Komandan geram.

"Siapakah engkau ini? Berani sekali membohogi kami?," tanya salah seorang prajurit.

"Aku adalah Abdi," jawab Abu Nawas.

Mendengar jawaban itu, membuat komandan dan para prajurit semakin geram dan marah.

"Prajurit...tangkap dia!!!," perintah komandan dengan tegas.

"Engkau akan aku bawa ke panglima kami, untuk diberi hukuman atas perbuatan bohongmu," kata komandan.

Abu Nawas pun ditangkap dan dihadapkan ke panglima mereka.

"Wahai panglima, kami telah menangkap seorang pembohong yang berani membohongi pasukan kerajaan," kata komandan.

"Alangkah lancangnya si tuan ini karena sudah berani berbohong pada pasukan kerajaan," lanjut komandan.

Mengetahui orang yang dihadapkan adalah Abu Nawas, Panglima bersikap biasa saja, malah dia bahkan memerintahkan kepada prajurit untuk melepaskan borgol yang ada pada tangan Abu Nawas. Komandan dan para prajurit terkejut dan sangat heran dengan perintah panglima.

Setelah itu, panglima pun mendekati Abu Nawas berkata.

"Tuan Abu, maafkan perbuatan anak buahku di sini ya, karena mereka tidak tahu jika yang ditangkap adalah Tuan Abu," Kata panglima itu dengan sangat lembut.

Ternyata mereka berdua memang sudah saling mengenal satu sama lain karena mereka seringkali bertemu ketika sang khalifah mengundangnya ke istana. Betapa terkejutnya sang komandan dan para prajuritnya saat mendengar permintaan maaf panglimanya. Perasaan sombong dan congkak yang tadi menyelimuti mereka seketika berubah menjadi rasa takut.

"Wahai, Tuan Abu, sebenarnya kebohongan apa yang mereka sangkakan kepadamu?," Tanya panglima.

"Wahai panglima, mereka memintaku untuk menunjukkan tempat untuk bersenang-senang, tentu saja aku tunjukkan kuburan karena kuburan adalah tempat yang lebih baik bagi orang-orang yang taat kepada Allah SWT. Di sana pula dia akan mendapatkan hidangan yang nikmat dari Allah SWT, terbebas dari rasa fitnah, kejahatan manusia dan makhluk lainnya," jawab Abu Nawas dengan tenangnya.

Komandan pun segera mendekati Abu Nawas dan berkata,

"Maafkan hamba, Tuanku Abu?"

"Andai saja aku mengetahui sebelumnya bahwa tuan adalah Tuan Abu, tentu kami tidak akan berani membawa Tuan ke hadapan panglima." Kata komandan lagi.

"Wahai komandan, apakah aku telah membohongi kalian? Bukankah aku berkata benar? Aku adalah Abdi, dan setiap orang adalah Abdi Allah SWT, termasuk kalian semuanya, oleh sebab itu bersikap lah sopan pada setiap orang yang kamu temui, tanpa harus membeda-bedakan," kata Abu Nawas.

"Anda benar Tuan.." Jawab komandan.

Komandan dan prajurit yang telah menangkap Abu Nawas merasa malu jadinya. Sebagai permohonan maaf, mereka kembali mengantar Abu Nawas pulang kerumahnya kembali.[]