Ekonomi

Gokil! Nilai Ekonomi 913 Ribu Ton Sampah Plastik Daur Ulang Tembus Rp10 Triliun

Gokil! Nilai Ekonomi 913 Ribu Ton Sampah Plastik Daur Ulang Tembus Rp10 Triliun
Pekerja menjemur sampah plastik yang telah dicacah di fasilitas daur ulang sampah plastik di kawasan Cipayung, Jakarta, Kamis (29/10/2020). (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO Kementerian Perindustrian terus mendorong sektor industri manufaktur hijau yang dapat menggunakan sumber daya yang eifisien, dapat diguna ulang, ramah lingkungan dan berkelanjutan, serta memanfaatkan sampah sebagai energi alternatif.

Ia menuturkan setiap tahunnya saja sebanyak 913 ribu ton sampah plastik diolah setiap tahunnya menjadi berbagai produk bernilai tambah dengan potensi ekonomi mencapai lebih dari Rp10 triliun per tahun dan potensi ekspor produk turunan daur ulang plastik yang mencapai US$141,9 juta.

Agus mengatakan bisnis daur ulang telah lama dikenal di Indonesia. Berbagai macam sektor industri daur ulang seperti plastik, pelumas, kertas, tekstil, dan logam, selama ini telah berkontribusi dalam upaya menciptakan proses circular economy serta turut membantu mengurangi sampah.

baca juga:

“Sejak tahun 2010, Kemenperin telah memberikan penghargaan industri hijau kepada para pelaku industri di tanah air,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita lewat keterangan tertulisnya, Sabtu (3/4/2021).

Menperin mengemukakan, berdasarkan data penghargaan industri hijau tahun 2019, capaian program efisiensi energi sektor industri setara Rp3,5 triliun dan efisiensi air proses sebesar Rp229 miliar.

“Hal ini menunjukan bahwa penerapan konsep tersebut juga dapat memberikan dampak ekonomi yang positif,” ungkapnya.

Menperin menyebutkan, populasi industri daur ulang plastik di Indonesia berjumlah sekitar 600 industri besar dan 700 industri kecil dengan nilai investasi mencapai Rp7,15 triliun dan kemampuan produksi sebesar 2,3 juta ton per tahun.

Sementara itu, pada sektor pengolahan pelumas bekas, saat ini terdapat kapasitas terpasang sebesar 175.000 metrik ton (MT) yang mampu memproses kembali menjadi produk pelumas untuk memenuhi sekitar 15% dari kebutuhan pelumas dalam negeri sebesar 1,15 juta MT per tahun.

“Oleh karenanya, Kemenperin terus mendorong implementasi sirkular ekonomi melalui penerapan Pedoman Tata Cara Produksi PET daur ulang untuk kemasan pangan,” ujar Agus. Selain itu, Kemenperin melakukan inisiatif untuk menerapkan regulasi Tingkat Komponen Daur Ulang pada barang jadi plastik untuk dimanfaatkan dalam pengadaan barang dan jasa oleh pemerintah serta insentif pengurangan PPn bagi industri daur ulang plastik.

Denny Iswanto

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu