Tech

Gojek Tegaskan Larang Penjualaan Daging Anjing di GoFood

Gojek menyediakan tombol laporan di setiap menu di GoFood


Gojek Tegaskan Larang Penjualaan Daging Anjing di GoFood
Sejarah GoFood yang mulai diluncurkan pada tahun 2015 silam (Gojek)

AKURAT.CO Platform Grabfood hingga GoFood disomasi Animal Defenders Indonesia (ADI). Somasi ADI melalui kuasa hukumnya Hotman Girsang dan rekan, dilakukan lantaran aplikasi pemesanan makanan secara online itu kedapatan memfasilitasi restoran yang menjual hidangan daging anjing.

Terkait hal ini, pihak Gojek pun angkat bicara. VP Corporate Affairs Food & Groceries Gojek, Rosel Lavina mengatakan pihaknya mengapresiasi laporan pelanggan GoFood dan pihak Yayasan Pengayom Satwa Indonesia / Animal Defenders Indonesia (ADI) yang melaporkan keberadaan menu olahan daging anjing yang disediakan oleh mitra usaha GoFood. 

"Sesuai kebijakan GoFood yang diberlakukan terhadap semua mitra usaha, GoFood dengan tegas melarang penjualan makanan atau minuman dari bahan dasar atau olahan yang tidak termasuk kategori pangan," ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Akurat.co.

Menurut Rosel, kebijakan tersebut telah disetujui oleh setiap mitra usaha ketika bergabung dengan GoFood dan sudah disosialisasikan kepada para mitra usaha. 

Selain itu, pihaknya juga melakukan beberapa upaya proaktif. Diantaranya secara berkala memperluas dan memperbarui kata kunci penyaringan pada ekosistem GoFood untuk mengidentifikasi temuan menu dari mitra usaha GoFood yang menggunakan dan atau berbahan dasar bahan yang tidak termasuk kategori pangan.

Gojek juga menurut Rosel mensosialisasikan Standard Operating Procedure (SOP) kebijakan larangan penjualan daging anjing di aplikasi kepada mitra usaha.

Ia menuturkan pihaknya menyediakan tombol laporan di setiap menu di GoFood untuk memudahkan pelanggan melapor jika menemukan menu olahan daging anjing atau hewan non pangan lainnya.

"Apabila ditemukan adanya pelanggaran oleh mitra usaha GoFood terhadap penggunaan bahan dasar yang secara tegas telah dilarang untuk menu-menu yang disediakan oleh mitra usaha tersebut, GoFood secara tegas mengambil langkah-langkah dan upaya yang diperlukan, termasuk dalam hal ini penghapusan menu-menu yang terindikasi melanggar tersebut," tukasnya.

Sehubungan dengan somasi yang dilakukan ADI, lanjut Rosel, pihaknya secara terpisah akan menanggapi secara tertulis dan menyampaikan komitmen GoFood dalam menertibkan penyediaan menu-menu oleh mitra usaha GoFood, agar tidak melanggar larangan-larangan penggunaan bahan dasar yang terlarang, termasuk dalam hal ini khususnya berbahan dasar daging anjing.

"Kami juga mengajak masyarakat / pelanggan untuk segera melaporkan kepada kami apabila menemukan menu olahan daging anjing atau olahan non pangan lainnya melalui tombol laporan yang ada di aplikasi atau melalui email [email protected]," pungkasnya.