News

Gitaris The Changcuters Berurusan dengan KPK, Ternyata Ini Kasusnya

Arlanda akan dilakukan pemeriksaan sebagai saksi atas kasus yang menjerat AUS.


Gitaris The Changcuters Berurusan dengan KPK, Ternyata Ini Kasusnya
Aksi panggung grup musik The Changcuters saat tampil dalam Festival Berdendang Bergoyang di Kompleks Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (2/2/2020). Penampilan The Changcuters yang energik membuat para penonton acara tersebut berdendang dan bergoyang bersama. (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa 13 saksi kasus korupsi Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna yang kini jadi tersangka. Salah satu saksi yang diperiksa adalah Arlanda Ghazali Langitan, gitaris grup band The Chancuters.

Menurut Plt. Juru Bicara KPK Bidang Penindakan, Ali Fikri, saksi Arlanda dilakukan pemeriksaan sebagai saksi atas kasus yang menjerat AUS.

"Pemeriksaan saksi dilakukan di perkantoran Pemerintah Kabupaten Bandung Barat," kata Ali di Jakarta, Jumat (25/6/2021).

Selain Arlanda, KPK juga akan memeriksa 10 saksi dari pihak swasta yakni Rini Rahmawati, Oktavianus, Ricky Widyanto, Risal Faisal dan Dikki Harun Andika. Kemudian, Benny Setiawan, Iwan Nurhari, Ricky Suryadi, Asep Juhendrik dan Samy Wiratama.

KPK juga memeriksa dua ibu rumah tangga, yaitu Seftriani Mustofa dan Rini Dewi Mulyani.

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan tiga tersangka, yakni Bupati nonaktif Bandung Barat, Aa Umbara, pihak swasta yang juga anak Aa Umbara bernama Andri Wibawa dan pemilik PT JDG (Jagat Dir Gantara) dan CV SSGCL (Sentral Sayuran Garden City Lembang) M Totoh Gunawan.

Dalam perkara korupsi pengadaan Bansos Kab Bandung Barat. AA umbara dan anaknya Andri mengambil keuntungan mencapai Rp3,7 miliar.

Andri memakai nama perusahaan CV. Jayakusuma Cipta Mandiri dan CV. Satria Jakatamilung demi mendapatkan paket pengerjaan Bansos mencapai puluhan miliar.

"AW (Andri Wibawa) mendapatkan paket pekerjaan dengan total senilai Rp 36 miliar untuk pengadaan paket bahan pangan Bansos JPS dan pengadaan paket bahan pangan Bansos JPS," ujar Ali.

Sementara, M Totoh hanya mendapakan paket pekerjaan dengan total senilai Rp15, 8 miliar untuk pengadaan bahan pangan Bansos JPS dan Bansos PSBB.

Aa Umbara Sutisna disangkakan melanggar Pasal 12 huruf i dan atau Pasal 15 dan Pasal 12B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 jo Pasal 56 KUHP.

Sementara itu, Andri Wibawa dan M Totoh Gunawan disangkakan melanggar Pasal 12 huruf i dan atau Pasal 15 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 jo Pasal 56 KUHP. []