News

Gilbert Tuding Anies Eksploitasi Difable di JIS

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan disebut Gilbert Simanjuntak telah mengeksploitasi kelompok disabilitas saat puncak perayaan Jakarta Hajatan ke-495 tahun di JIS.


Gilbert Tuding Anies  Eksploitasi Difable di JIS
Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI-P, Gilbert Simanjuntak saat ditemui redaksi AKURAT.CO di Jakarta, Jumat (15/1/2021). (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO  Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan disebut Gilbert Simanjuntak telah mengeksploitasi kelompok disabilitas saat puncak perayaan Jakarta Hajatan ke-495 tahun di Jakarta Internasional Stadium (JIS). Politisi PDIP itu menyebut kelompok disabilitas hanya dimanfaatkan Anie di akhir masa jabatannya. 

"Pada saat kaum disabilitas hadir di JIS, sangat miris, saat Covid kita minta mereka diperlakukan ekstra dengan memotong uang TGUPP yang tidak bekerja, tetapi tidak dilakukan. Saat menjelang akhir jabatan Gubernur Anies, mereka dimanfaatkan dan dieksploitasi di JIS seakan diperhatikan," katanya dalam keterangannya, Senin (27/6/2022). 

Tak berhenti disitu, Gilbert yang juga politisi PDIP di DPRD DKI itu menyinggung kehadiran tukang bakso di Balaikota pada acara syukuran kesuksesan penyelenggaraan Formula E, Jumat (24/6/2022) malam. Acara bertajuk Malam Ramah Tamah Jakarta E-Prix 2022 di Balai Kota itu memang mengundang sejumlah pihak dalam acara makan malam tersebut, termasuk tukang bakso. Gilbert menyebut itu sebagai sesuatu yang paradoks. 

baca juga:

"Saat Anies mempertunjukkan tukang bakso, menjadi sesuatu oxymoron atau paradoks, saat mempertontonkan tukang bakso di Formula E tetapi uang APBD dihambur-hamburkan Rp. 840,7 M untuk orang asing. Sementara warga DKI di kalangan bawah terpuruk dan tidak mendapat dana UMKM dari APBD DKI," ungkapnya. 

Anies, kata dia, dikesankan seolah pro terhadap rakyat kecil. Padahal, kata dia, Anies tak mampu menyelesaikan masalah-masalah mendasar Jakarta.

"Anies seakan pro penderitaan rakyat, tetapi tidak memberi penyelesaian yang membumi soal penderitaan rakyat DKI," katanya. 

Anies, kata dia, justru membuat masyarakat Jakarta semakin terpojok dalam kesulitan dan kesengsaraan. Dia menyebut angka kemiskinan masyarakat Jakarta justru semakin memburuk. Sayangnya, Gilbert tak mengungkap basis data yang dia jadikan tolak ukur argumentasinya. 

"Malah dengan uang APBD Rp 400T selama menjabat, rakyat makin sengsara, dengan angka koefisien gini ratio yang memburuk, angka kemiskinan yang meningkat, kemacetan dimana-mana dan polusi terburuk di dunia," ungkapnya. 

Menurut dia, seharusnya Anies juga membawa korban banjir, pohon yang ditebang di Monas, ASN DKI yang menolak jabatan, mereka yang tidak punya hunian layak saat menghadirkan tukang bakso. Mereka lebih pantas menjadi warisan atau legacy Anies.