News

Gilbert: Subsidi Integrasi Agkutan Umum Bisa Bikin Jebol APBD

Anggota Komisi B DPRD DKI Gilbert Simanjuntak meminta agar integrasi tarif Transjakarta, MRT, dan LRT diujicoba selama enam bulan kedepan.

Gilbert: Subsidi Integrasi Agkutan Umum Bisa Bikin Jebol APBD
Bus trasjakarta di hale pemuda Velodrome, Jakarta, Jumat (26/7/2019). Akses penghubung tersebut resmi beroperasi antara moda transportasi Light Rail Transit (LRT) dengan Transjakarta rute Kelapa Gading-Dukuh Atas. (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO, Anggota Komisi B DPRD DKI Gilbert Simanjuntak meminta integrasi tarif Transjakarta, MRT, dan LRT diujicoba selama enam bulan ke depan.

Setelah itu, integrasi paket tarif itu harus dievaluasi kembali untuk melihat beban anggaran yang akan ditanggung APBD DKI. 

"Saya minta 6 bulan kemudian kita evaluasi," ujarnya, Kamis (11/8/2022). 

baca juga:

Dia mengatakan, bila besaran subsidi masih rasional dari yang ada saat ini yakni Rp 3 triliun per tahun, maka integrasi itu boleh dilanjutkan. Namun sebaliknya, bila integrasi itu memberatkan APBD, maka pantas untuk ditinjau ulang. 

"Kalau 6 bulan ini berjalan baik, oke," katanya. 

Menurut perhitungan dia, besaran subsidi yang akan dikucurkan dari APBD DKI akan membengkak hingga 15 kali lipat dari besaran saat ini yakni Rp 3 triliun. 

"Justru secara kasar saya hitung dan mereka tidak membantah. Dengan proyeksi itu, akan terjadi peningkatan 15 kali lipat dibandingkan saat ini atau Rp65 triliun. Seluruh APBD kita disedot oleh subsidi transportasi," ungkapnya. 

Dia mengatakan, integrasi yang terjadi saat ini, baru sebatas integrasi sistem. Bukan integrasi fisik secara penuh. Integrasi fisik itu hanya terjadi di beberapa tempat. Seperti di halte CSW Bulungan, Duluh Atas. 

"Makanya saya bilang sama mereka, apa yang kalian integrasikan. Yang diintegrasikan itu cuma aplikasinya doang. Padahal kan parasit aja kalau begitu," ungkapnya.[]