News

Gilbert Sebut Gubernur DKI Jakarta Tidak Peka Kesulitan Masyarakat

Keputusan Pemprov DKI memperluas atea ganjil genap dari 13 ruas jalan menjadi 25 ruas jalan dikritik anggota komisi B DPRD DKI, Gilbert Simanjuntak.


Gilbert Sebut Gubernur DKI Jakarta Tidak Peka Kesulitan Masyarakat
Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI-P, Gilbert Simanjuntak berpose saat ditemui redaksi AKURAT.CO di Jakarta, Jumat (15/1/2021). (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO, Keputusan Pemprov DKI Jakarta memperluas area ganjil genap dari 13 ruas jalan menjadi 25 ruas jalan dikritik anggota komisi B DPRD DKI, Gilbert Simanjuntak.

Politisi PDIP itu menyebut keputusan tersebut justru membuat hidup masyarakat semakin sulit. Dia beralasan, mobilitas masyarakat untuk kegiatan ekonomi makin sempit karena kebijakan itu. 

"Penambahan jalur ganjil genap menambah kesulitan masyarakat. Rakyat butuh solusi yang lebih baik dalam mengatasi kemacetan, bukan sekedar perluasan ganjil genap. Penambahan ruas ganjil genap dari 13 jalan menjadi 25 jalan hanya menambah beban rakyat," katanya dalam keterangannya, Kamis (26/5/2022). 

baca juga:

Menurut dia, keputusan memperluas area ganjil genap menunjukan pemerintah DKI Jakarta tidak peka terhadap kesulitan rakyat. Apalagi masyarakat juga sedang dihimpit berbagai kesulitan ekonomi, terutama setelah harga bahan bakar naik. 

"Gubernur terlihat tidak memiliki kepekaan terhadap beban rakyat dalam suasana Covid-19, dengan pengeluaran bahan bakar yang membesar saat harga bensin naik. Ganjil genap hanya menambah panjang jalur perjalanan dan menambah beban rakyat," ungkapnya. 

"Semakin diperluas maka semakin besar beban rakyat untuk membeli bahan bakar. Warga tidak mungkin menggunakan mobilnya hanya 6 bulan dalam setahun karena kebijakan ini," imbuhnya. 

Sebelumnya diberitakan, mulai pekan depan, ganjil genap Jakarta diperluas ke 25 ruas jalan. Sebelumnya, ganjil genap Jakarta hanya berlaku di 13 ruas jalan saja.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Syafrin Liputo mengatakan, pihaknya sedang berupaya memperluas area penerapan ganjil genap di Jakarta. 

"Kalau ganjil genap saat ini memang masih di 13 ruas jalan, tapi sedang dievaluasi ditingkatkan ke 25 ruas jalan," ujarnya, (24/5/22).[]