Olahraga

Gibran Klaim Persiapan ASEAN Para Games sudah Matang

ASEAN Para Games 2022 akan bergulir pada 30 Juli hingga 6 Agustus di Surakarta, Jawa Tengah.


Gibran Klaim Persiapan ASEAN Para Games sudah Matang
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Zainudin Amali usai melakukan rapat koordinasi bersama dengan panitia penyelenggara ASEAN Para Games 2022 beserta instansi terkait di Kemenpora, Selasa (28/6). (Akurat.co/Dimas Ramadhan)

AKURAT.CO, Penyelenggaraan ASEAN Para Games (APG) 2022 tersisa kurang lebih satu bulan lagi. Ketua Panitia Pelaksana Indonesia APG 2022 (INAPSOC), Gibran Rakabuming, mengatakan bahwa persiapan multi-olahraga se-Asia Tenggara khusus atlet disabilitas itu sudah sangat matang.

Hal itu disampaikan oleh Gibran usai melakukan rapat koordinasi bersama dengan seluruh kementerian dan lembaga yang dipimpin langsung oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Zainudin Amali di Gedung Kemenpora pada Selasa (28/6).

"Ini suatu kehormatan Kota Solo untuk kedua kalinya jadi tuan rumah APG. Intinya bahwa persiapan sudah sangat matang untuk venue, hotel, dan volunteer itu sudah sangat siap sekali," kata Gibran dalam keterangan pers.

baca juga:

"Tentu saja saya tambah semangat karena dari kementerian dan lembaga terkait semuanya full support agar acara berjalan dengan lancar."

Bagi Kota Surakarta atau Solo, ini memang bukan kali pertama menyelenggarakan ASEAN Para Games 2022. Kota yang berada di Provinsi Jawa Tengah itu pernah mengadakannya pada 2011.

Menpora  mengaku sangat percaya diri bahwa Indonesia sudah sepenuhnya siap menjadi tuan rumah. "Secara keseluruhan apa yang sudah dilaporkan Wali Kota Surakarta sebagai pelaksana di lapangan, itu sudah membuat kita optimistis bahwa kita akan siap jadi tuan rumah penyelenggara," kataMenpora.

"Di samping itu juga ada dukungan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Jateng), begitu pula dengan pesiapan dari sisi prestasi, protokol kesehatan dari Satuan Tugas (Satgas) Covid-19, dan pengamanan dari TNI-Polri."

Selain persiapan teknis, protokol kesehatan dalam penyelenggaraan tersebut juga masuk dalam bahasan di rapat. Terlebih, Satgas Covid-19 mengingatkan bahwa ada kemungkinan pelaksanaan APG 2022 pada 30 Juli hingga 6 Februari merupakan puncak kasus subvarian Omicron BA.4 dan BA.5.

"Ini perlu jadi perhatian karena diperkirakan pada saat pelaksanaan, ini puncak-puncaknya varian BA.4 dan BA.5. Jadi sekali lagi kita kembali ke kedisiplinan kita, itu penting," kataAmali.

Ketika disinggung opsi sebagai antisipasi, Menpora menjelaskan bahwa hal tersebut masih dalam diskusi. Namun, sejauh ini penghentian atau penundaan tidak ada dalam rencana.

"Kita punya pengalaman saat menggelar PON dan Peparnas. Saat itu (varian) Delta sedang tinggi-tingginya. Tapi tetap lanjut. Jadi opsi penghentian dan penundaan itu tidak ada. Mudah-mudahan atas pengalaman itu kita bisa melakukan yang terbaik," katanya.

Sementara itu, dari sisi pelaksanaan panitia penyelenggara berencana menggunakan sistem gelembung dengan sangat ketat. Hal itu bertujuan untuk mencegah penyebaran Covid-19 selama ajang bergulir.

"Bubble-nya lebih ketat karena hotelnya per cabor, bukan per negara. Kita pastikan sejak kedatangan dan kepulangan dalam keadaan sehat," kata Gibran.

"Kita juga belajar dari pengalaman bola di Solo, yang sudah dengan penonton, belum ada peningkatan. Insyaallah acara berjalan dengan baik."[]