Lifestyle

Ghosting ala Kaesang, Ini Kata Ahli

Korban ghosting merasakan tingkat stres, depresi dan kesepian yang lebih tinggi


Ghosting ala Kaesang, Ini Kata Ahli
Kaesang Pangarep dan Felicia (INSTAGRAM/meilia_lau)

AKURAT.CO, Putra bungsu Presiden Jokowi, Kaesang Pangarep, tengah ramai dibicarakan di media sosial karena disebut telah melakukan tindakan ghosting kepada mantan pacarnya, Felicia Tissue. Hal ini bermula dari ungkapan kekesalan teman Felicia dari Singapura yang bernama Kimberley lewat akun media sosialnya.

"No answers, no replies, and suddenly removing all photos of her from your account, you left Felicia hanging with no idea what happened (tidak ada jawaban, tidak ada balasan dan tiba-tiba menghapus semua fotonya dari akunmu, kamu mengantungkan Felicia tanpa penjelasan)," tulis Kimberley.

"Then for no reason, you started ghosting her as if she wasnt ever important in your life (Lalu tanpa alasan, kamu mulai ghosting seolah-olah dia tidak pernah penting dalam hidupmu)," lanjutnya.

Unggahan Kimbery itu lantas diunggah ulang oleh ibunda Felicia, Meilia Lau, ke dalam akun Instagram miliknya @meilia_lau. Unggahan ini sontak membuat istilah ghosting kembali diperbincangkan.

Istilah ghosting sendiri sudah ramai sejak beberapa tahun terakhir. Bahkan kata ghosting sendiri sudah masuk dalam Collins English Dictionary, yang artinya memutuskan seluruh komunikasi tanpa memberikan peringatan dan alasan yang jelas. Tak ada telepon, email, media sosial, atau pertemuan langsung.  Ghosting tidak terjadi dalam hubungan asmara, tetapi juga pertemanan platonik.

Pertemanan platonik adalah persahabatan antara laki-laki dan perempuan dimana keduanya bisa memiliki kecenderungan untuk ‘tertarik’ satu sama lain. Definisi lain dari kamus Cambridge menyebutkan, platonik adalah hubungan saling ‘sayang’ antara dua orang namun tidak bersifat seksual (loving but not sexual).

Ghosting sendiri merupakan lanjutan dari sikap diam pasangan. Dan tindakan ghosting ini, menurut pakar kesehatan jiwa, dianggap sebagai bentuk dari kekejaman emosional.

Susan Sprecher, akademisi Illinois State University, dalam “Two Sides To the Breakup of Dating Relationship”, menyebut putus hubungan dapat membuat seseorang stres, merasa kesepian, depresi, hingga marah yang tak berkesudahan.

Dan Jennice Vilhauer dalam tulisannya di Psychology Today, mengatakan, jika rasa sakit akibat putus dengan cara ghosting jauh lebih menyakitkan dari putus hubungan pada umumnya. Artinya, korban ghosting merasakan tingkat stres, depresi dan kesepian yang lebih tinggi.