News

Gerindra Minta Anies Tambah Mobil Vaksin Keliling

Antusiasme warga memanfaatkan vaksin keliling sangat tinggi


Gerindra Minta Anies Tambah Mobil Vaksin Keliling
Dokter menyuntikan vaksin kepada warga saat mengikuti vaksinasi gratis yang diselenggarakan di SD 01 Petamburan, Jakarta Pusat, Jumat (23/7/2021). (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Ketua Fraksi Gerindra DPRD DKI Jakarta Rany Mauliany meminta Gubernur Anies Baswedan menambah armada penunjang vaksin keliling. Program vaksin keliling yang digagas Pemprov hanya didukung 16 mobil yang setiap harinya berpindah-pindah tempat mendistribusikan vaksin. 

"Kalau ternyata peminatnya bagus dan pelaksanaan baik, kenapa tidak ditambah (unit mobil vaksin). Apalagi kita sedang mengejar 70 persen herd immunity," kata Rany ketika dikonfirmasi, Sabtu (24/7/2021).

Jumlah armada vaksin keliling yang ada saat ini, menurut Rany, masih terlampau sedikit dan perlu ditambah lantaran antusiasme warga mengikuti program vaksin keliling sangat tinggi. Selain itu, penambahan armada juga akan membuat jangkauan vaksinasi keliling semakin luas.

"Dengan begitu target vaksinasi menjadi lebih mudah tercapai," imbuhnya.

Rany menekankan perlunya dilakukan evaluasi. Pihaknya di Kebon Sirih siap mendukung jika perlu ada penambahan armada vaksinasi keliling di ibu kota.

"Untuk mengetahuinya perlu evaluasi pelaksanaan di lapangan," tuturnya.

Sebagaimana diketahui, Pemprov DKI Jakarta telah meluncurkan 16 mobil vaksin keliling pada Kamis lalu (8/7/2021) sebagai upaya percepatan vaksinasi di Ibu Kota dan menjangkau vaksinasi masyarakat yang lebih luas. 

Mobil vaksin keliling merupakan hasil kolaborasi dengan Jakarta Experience Board dan berbagai pemangku kepentingan, serta dunia usaha. 

Mobil vaksin setiap hari melayani warga dengan berpindah-pindah lokasi. Warga yang mau vaksin mendaftar terlebih dahulu melalui aplikasi Jakarta Kini (Jaki) dan sana warga bisa memilih lokasi dan waktu vaksinasi.

"Total ada 16 mobil vaksin keliling lengkap dengan krunya, yang ini adalah mendatangi kampung-kampung lalu memfasilitasi vaksinasi di satu lokasi, contohnya RPTRA, kemudian disiapkan tenda dan warga mendaftar lewat JAKI dan bisa segera divaksinasi,” kata Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.[]