News

Gerindra: Kok Ngebet Paripurna Interpelasi Formula E, Padahal Ada 4 Raperda Mangkrak

Syarif mengatakan, Rapat Paripurna DPRD DKI Jakarta diputuskan dalam Badan Masyawarah (Bamus) DPRD DKI dilakukan dengan cara akal-akalan.


Gerindra: Kok Ngebet Paripurna Interpelasi Formula E, Padahal Ada 4 Raperda Mangkrak
Wakil ketua DPD Gerindra DKI Jakarta Syarif di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Senin (19/11) (AKURAT.CO/Herry Supriyatna)

AKURAT.CO Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi Gerindra, Syarif menilai agenda Rapat Paripurna interpelasi Formula E di DPRD DKI Jakarta yang dijadwalkan hari ini, Selasa (28/9/2021) merupakan bukti ada yang kebelet. 

Syarif mengatakan, Rapat Paripurna DPRD DKI diputuskan dalam Badan Masyawarah (Bamus) DPRD DKI Jakarta dilakukan dengan cara akal-akalan.

"Undangan rapat Bamus agendanya tidak tercantum tentang interpelasi, itu kan jadi akal-akalan," katanya di Jakarta, Selasa (28/9/2021).

Menurut dia, sikap ngebet interpelasi formula E, berbanding terbalik dengan sikap pimpinan DPRD terhadap empat Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) yang hingga kini mangkrak dalam di DPRD.

"Makanya saya tanya ngebet banget itu sama paripurna interpelasi kok yang lain enggak sih. Rapat-rapat Perda yang lain mangrak ada 4 Perda yang mangrak kan," katanya.

Dia justru mempertanyakan agenda rapat paripurna DPRD DKI itu. Sebab, kata dia rapat paripurna harus dicocokan dengan agenda rapat di Badan Musyawarah (Bamus). Sementara pada rapat di Bamus, tidak tercantum agenda rapat paripurna tentang interpelasi Formula-E.

"Justru itu, saya mau tanya paripurna apa, undangannya belum ada, nanti kita lihat undangannya dulu, undangan besok paripurna, harus sama dengan undangan rapat Bamus. Silakan di-crosscheck, apakah undangan dalam agenda Bamus itu, 1,2,3 menyebut hari ini rapat Bamus tentang rapat paripurna jadwal interpelasi. Nanti kalau ada disandingkan dengan paripurna besok," ungkapnya.

Dia mengatakan, bila agenda Paripurna interpelasi Formula-E dilanjutkan, Gubernur DKI Jakarta Anies baswedan belum akan hadir memberi penjelasan. Paripurna hari ini hanya untuk meminta persetujuan anggota DPRD DKI apakah interpelasi itu dilanjutkan atau tidak.

"Enggak donk, ini baru mengusulkan apakah interpelasi ini disetujui atau tidak dalam paripurna," katanya. 

Seperti diberitakan sebelumnya, fraksi PDIP dan PSI kompak mengusung gak Interpelasi kepada gubernur DKI Anies Baswedan. Interpelasi itu ditujukan untuk mempertanyakan urgensi balap mobil listrik di tengah kesulitan masyarakat setelah dihantam pandemi Covid-19. Tetapi, interpelasi itu ditolak 7 fraksi lain di DPRD DKI. []