Ekonomi

Gerakan Pakan Mandiri Dinilai Mampu Tekan Biaya Produksi

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyatakan, program Gerakan Pakan Mandiri membuat pembudidaya mampu memproduksi pakan secara swadaya.


Gerakan Pakan Mandiri Dinilai Mampu Tekan Biaya Produksi
Salimin (47) mencari cacing sutra di kawasan Kanal Banjir Timur, Jakarta Timur, Senin (15/7/2019). Salimin mencari nafkah untuk mencari cacing sutra untuk pakan ikan hias sudah sekitar 25 tahun. Ia menggeluti mata pencaharian ini sejak musim ikan Louhan sejak 1994 lalu. Setiap harinya Salimin pulang bisa mendapatkan 10 kg cacing sutra dengan harga sekitar Rp19 ribu per kg. (AKURAT.CO/Abdul Aziz Prastowo)

AKURAT.CO Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyatakan, program Gerakan Pakan Mandiri membuat pembudidaya mampu memproduksi pakan secara swadaya yang dinilai juga mampu menekan biaya produksi usaha perikanan.

"Telah terbukti dengan penggunaan pakan mandiri mampu menekan biaya produksi budidaya minimal 30 persen," kata Dirjen Perikanan Budidaya KKP Slamet Soebjakto dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Sabtu (21/11/2020).

Selain itu, ujar dia, pakan mandiri mampu meningkatkan keuntungan yang diperoleh pembudidaya karena biaya produksi yang dikeluarkan semakin rendah.

Ia menegaskan bahwa Pemerintah memang akan terus menggalakkan dan mendukung dengan adanya program Gerpari.

"Ini adalah suatu gerakan, sehingga harus semua dilakukan di lapisan masyarakat. Kita harapkan bahwa program ini akan bermunculan atau ke depannya tercipta pakan-pakan mandiri yang di dalam penyusunannya menggunakan bahan baku lokal," ujar Slamet Soebjakto dilansir dari Antara.

Menurutnya, bahan baku lokal yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pakan ikan sangat melimpah di Indonesia, baik jenis hewani maupun nabati.

Dirjen Perikanan Budidaya KKP itu mencontohkan untuk bahan baku hewani dapat memanfaatkan potensi kekerangan.

Sedangkan bahan baku jenis nabati cukup banyak, seperti tanaman legum atau dikenal dengan indigofera. Selain itu, saat ini KKP tengah mengembangkan maggot sebagai bahan baku pakan alternatif pengganti protein tepung ikan.

"Kita kalau bersama-sama serentak semua lapisan untuk menyediakan bahan baku lokal ini. Saya yakin bisa," ucapnya.

Sumber: Antara

Dhera Arizona Pratiwi

https://akurat.co