News

Genjot Vaksin Keliling, DKI Tambah Mobil Baru

Pemprov DKI Jakarta terus mengebut proses vaksinasi di ibu kota sebagai upaya memutus mata rantai penularan Covid-19, salah satunya lewat vaksin keliling.


Genjot Vaksin Keliling, DKI Tambah Mobil Baru
Warga saat mengikuti vaksinasi yang diselenggarakan oleh Mobil Vaksin Keliling di Masjid Jami Al-Abdiyah, Kawasan Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat, Selasa (27/07/2021). (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus mengebut proses vaksinasi di ibu kota sebagai upaya memutus mata rantai penularan Covid-19. Salah satu strategi vaksinasi dianggap mumpuni adalah vaksinasi keliling yang belum lama ini digagas Gubernur Anies Baswedan. Program tersebut bertujuan menjangkau  warga yang kesulitan datang ke sentra vaksinasi yang telah disediakan.

Untuk mengebut program ini, Badan Usaha Milik Daerah Bank DKI menambah dua unit mobil vaksin keliling agar jangkauan vaksinasi semakin luas. Dengan penambahan dua unit mobil baru ini, maka DKI telah memiliki 18 unit mobil vaksin keliling. Sebelumnya, sebanyak 16 unit mobil merupakan hasil kerja sama Pemprov DKI dengan berbagai pihak.

"Ini merupakan bentuk nyata dukungan Bank DKI terhadap berbagai program kerja Pemprov DKI, khususnya penanganan dan pencegahan Covid-19," kata Sekretaris Perusahaan Bank DKI Herry Djufraini dalam keterangan tertulisnya, Minggu (1/8/2021).

Dalam upaya penanganan Covid-19 di ibu kota, Pemprov DKI mengerahkan sejumlah BUMD untuk ambil bagian. Bank DKI, Perumda Pasar Jaya, Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan turut membangun sejumlah sentra vaksinasi, baik untuk pegawai di lingkungan Pemprov DKI Jakarta maupun bagi para pedagang seperti di Pasar Senen dan Pasar Kramat Jati.

"Semoga berbagai dukungan ini, khususnya dalam pelaksanaan vaksinasi ini dapat turut membantu program Pemprov DKI dalam mencegah penyebaran covid-19, serta dapat memberikan manfaat bagi kemaslahatan masyarakat," ucap Herry.

Sementara itu, Gubernur Anies Baswedan berharap, dengan adanya penambahan fasilitas vaksinasi keliling ini, jumlah masyarakat yang diimunisasi bisa terus bertambah. "Harapannya, melalui vaksinasi dapat mendorong terwujudnya herd immunity di DKI Jakarta," kata Anies Baswedan, Minggu (1/8/2021).

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah capai target vaksinasi yang ditetapkan Presiden Joko Widodo yang meminta 7,5 juta warga DKI divaksin hingga Agustus 2021 mendatang. Target ini tercapai lebih awal yakni pada 31 Juni 2021 lalu. Anies Baswedan kemudian menaikkan target sasaran vaksinasi menjadi 8,8 juta warga hingga akhir bulan ini. 

"Kita masih ingat bahwa pada 14 Juni yang lalu Bapak Presiden memberikan target 7,5 juta vaksinasi dosis pertama di Jakarta yang harus tuntas di akhir bulan Agustus. Alhamdulillah 31 Juli 2021 kita laporkan bahwa target itu telah tercapai," ucapnya.

Anies merinci, saat ini jumlah warga DKI yang telah diimunisasi satu dosis vaksin pertama mencapai 7,5 juta orang. Adapun 2,5 juta warga telah menerima dosis lengkap. 

"Vaksin dosis pertama dan 2,5 juta vaksin dosis kedua telah diberikan di Jakarta. Alhamdulillah, artinya ini adalah kita lebih cepat satu bulan dari target jadwal yang sudah ditetapkan," tandasnya.[]