News

Generasi Muda Terpapar Radikalisme, Jika Dibiarkan Berbahaya


Generasi Muda Terpapar Radikalisme, Jika Dibiarkan Berbahaya
Mantan Menteri Negara Riset dan Teknologi pada Kabinet Persatuan Nasional, Muhammad Hikam, Seminar Nasional, P3D, Hotel Gran Mahakam, Senin (27/8) (AKURAT.CO/Octaviani)

AKURAT.CO, Paham radikalisme saat ini sudah menyasar generasi muda. Jumlah generasi muda yang terpapar paham ini meningkat dari waktu ke waktu. 

Mantan Menteri Negara Riset dan Teknologi, Muhammad AS Hikam menjelaskan, kondisi ini jika dibiarkan bisa berbahaya. Sebab pemuda merupakan komponen penting untuk kemajuan bangsa di masa yang akan datang.

Kelompok radikal pasca reformasi telah menjadi gerakan transnasional namun. Gerakan radikal lokal sudah terafiliasi dengan organisasi di belahan dunia lain.

baca juga:

"Tindakan radikal tidak hanya merupakan gerakan domestik, tetapi telah menjadi transnasional," kata Hikam di Hotel Gran Mahakam, Senin (27/8).

Hikam menjelaskan data-data yang didapat Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) pada forum bela negara alumni UI (Bara UI), di Jakarta Selatan. 

Data BNPT menyebut, pada tingkat pendidikan, jumlah siswa yang terpapar radikalisme sebesar 63,6 persen (SMA), 16,4 persen (Perguruan Tinggi), 10,9 persen (SMP).

Berdasarkan Usia 21-30 (47,1persen) 31-40 (29,1 persen). Usia di atas 40 tahun (11,8 persen) dan di bawah 21 tahun (11,8 persen). []