Ekonomi

Gencarkan Kolaborasi, Kemenkop UKM Dongkrak Pengembangan Kewirausahaan 


Gencarkan Kolaborasi, Kemenkop UKM Dongkrak Pengembangan Kewirausahaan 
Kementerian Koperasi dan UKM mempertemukan pemangku kepentingan dari kementerian/lembaga dan sektor swasta untuk memperkuat pengembangan kewirausahaan secara nasional. Seluruh K/L dan swasta akan bersinergi dan berkolaborasi untuk mempercepat tumbuhnya rasio wirausaha. (AKURAT.CO/Andoy)

AKURAT.CO Kementerian Koperasi dan UKM mempertemukan pemangku kepentingan dari kementerian/lembaga dan sektor swasta untuk  memperkuat pengembangan kewirausahaan secara nasional.

Adapun seluruh K/L dan swasta akan bersinergi dan berkolaborasi untuk mempercepat tumbuhnya rasio wirausaha. 

Asisten Deputi Pengembangan Kewirausahaan, Deputi Bidang SDM Kementerian Koperasi dan UKM Nasrun Siagian memaparkan strategi pengembangan kewirausahaan nasional mencakup tiga aspek yakni kapasitas usaha dan kompetensi KUMKM, lembaga keuangan yang ramah bagi KUMKM, koordinasi lintas sektor untuk mendukung ekosistem KUMKM.

"Untuk itu, Kemenkop dan UKM sebagai leading sector kewirausahaan berdasarkan Perpres No 61 Tahun 2019 melakukan koordinasi lintas sektor agar terjadi sinergi untuk memperkuat kewirausahaan di Indonesia," tutur Nasrun di Gedung Kemenkop dan UKM.

Dikatakan, rasio kewirausahaan di Indonesia masih tertinggal bahkan untuk kawasan Asean. Oleh Karena itu, butuh percepatan melalui kolaborasi semua pihak agar dapat saling mengisi dari berbagai segi sesuai dengan kompetensinya. 

Saat ini rasio kewirausahaan baru mencapai 3,6 persen yang sebenarnya berpotensi naik hingga mencapai 10 persen. 

Arah strategi pengembangan kewirausahaan antara lain rebranding koperasi, pelatihan, magang, klinik konsultasi, pendampingan dan lainnya.

Implementasi strategi ini akan bersinergi lintas sektoral. Menurutnya akan ada pembaruan terhadap implementasinya.

"Untuk pelatihan misalnya, pendaftaran akan dilakukan secara online, sehingga peserta mencari pelatihan berdasarkan kebutuhannya. Peserta yang ikut yang benar-benar serius dan hasilnya juga akan bagus," jelas Nasrun. 

Begitu juga modul atau kurikulum pelatihan akan disinergikan, sehingga diperoleh modul-modul pelatihan terbaik sesuai dengan perkembangan terkini. 

Sebagai informasi, Kementerian Sosial (Kemensos) menyatakan kewirausahaan merupakan program prioritas yang sedang dijalankan melalui kewirausahaan sosial. Peserta yang dilatih adalah penerima PKH yang sudah mulai berpotensi keluar dari sasaran penerima.

Mereka diberdayakan dan diperkuat melalui kewirausahaan dalam bentuk bantuan sosial atau lewat pembiayaan. 

Google Indonesia dalam pemaparannya mengatakan pihaknya aktif melakukan pembinaan bagi UMKM berbasis digital. Google telah menjangkau hingga 1,3 juta UMKM lewat pelatihan secara online maupun offline. 

Hadir antara lain perwakilan Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Sosial, Kemenko PMK, LIPI, BNPB, Google Indonesia, Gojek, Bukalapak dan lainnya.[]