News

Gempa 5,8 SR di Sigi, Daryono BMKG: Ketika Terjadi Gempa, Orang Ingin Lari Keluar Rumah, Tapi Bagaimana Saat Ini Sedang Terjadi Wabah Virus, Orang Harus di Rumah


Gempa 5,8 SR di Sigi, Daryono BMKG: Ketika Terjadi Gempa, Orang Ingin Lari Keluar Rumah, Tapi Bagaimana Saat Ini Sedang Terjadi Wabah Virus, Orang Harus di Rumah
Ilustrasi gempa bumi (Antara Foto)

AKURAT.CO, Ada pertanyaan menarik yang dilontarkan oleh Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono usai gempa 5,8 skala richter mengguncang Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, di tengah aturan pemerintah agar warga menerapkan social distancing untuk mencegah penyebaran Covid-19.

"Ketika terjadi gempa, maka orang ingin lari keluar rumah. Tapi bagaimana saat ini sedang terjadi vabah virus, dimana orang harus di rumah. Gempa M 5,8 dengan intensitas IV MMI tadi malam membuat banyak orang di Palu Sigi (Sulteng) kaget, sebagian terbangun dan lari ke luar rumah," katanya melalui akun Twitter @DaryonoBMKG.

Gempa semalam membuat ingatan Daryono terbang ke peristiwa gempa bumi berkekuatan 7,4 SR disusul tsunami di Sulawesi Tengah pada 28 September 2018.

Goyangan gempa bumi ketika itu dirasakan di Kabupaten Donggala, Kota Palu, Kabupaten Parigi Moutong, Kabupaten Sigi, Kabupaten Poso, Kabupaten Tolitoli, Kabupaten Mamuju bahkan hingga Kota Samarinda, Kota Balikpapan, dan Kota Makassar. Gempa memicu tsunami hingga ketinggian 5 meter di Kota Palu.

Gempa bumi yang terjadi semalam berpusat di darat dengan titik gempa berada 46 kilometer arah tenggara Sigi. Sementara kedalaman gempa sekitar 10 kilometer.

BMKG menyatakan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.

Selain Sigi, dampak gempa juga terasa di Palu, daerah Sausu, (Sulawesi Tengah), Poso (Sulawesi Tengah), dan Pasangkayu (Sulawesi Barat) dengan kekuatan III MMI atau getaran dirasakan nyata dalam rumah, seakan ada truk yang berlalu.

Hingga saat ini, belum ada laporan terkait korban jiwa maupun kerusakan akibat gempa ini. []