News

Gelombang COVID-19 India Hantam Pelosok Desa, Pasien Terpaksa Dirawat di Bawah Pohon

Gelombang kedua COVID-19 di India ikut mencabik-cabik pelosok desa yang minim fasilitas perawatan kesehatan.


Gelombang COVID-19 India Hantam Pelosok Desa, Pasien Terpaksa Dirawat di Bawah Pohon
Dukun pengobatan alternatif membuka klinik terbuka di desa Mewla Gopalgarh, Uttar Pradesh, India. (Foto: REUTERS)

AKURAT.CO, Di sebuah desa di India utara yang dilanda COVID-19, terbaring seseorang yang sakit di dipan bernaungkan bayangan pepohonan. Kantong infusnya digantungkan di dahan. Jarum suntik dan bekas bungkus obat pun berserakan di tanah, sementara sapi-sapi merumput di sekitarnya.

Tidak ada dokter maupun fasilitas kesehatan di Mewla Gopalgarh, negara bagian Uttar Pradesh. Ada rumah sakit negeri di dekatnya, tetapi tempat tidurnya sudah habis. Warga desa pun mengaku tak mampu berobat ke klinik swasta.

Tak ayal, praktisi pengobatan alternatif di desa mendirikan klinik terbuka. Di sana, mereka mendistribusikan infus glukosa dan pengobatan lainnya kepada pasien bergejala COVID-19.

Sebagian orang percaya berbaring di bawah pohon mimba akan meningkatkan kadar oksigen mereka. Namun, sebenarnya hal itu belum terbukti secara ilmiah.

REUTERS

"Ketika orang merasa sesak, mereka harus pergi ke bawah pohon untuk meningkatkan kadar oksigen mereka," klaim Sanjay Singh.

Ayahnya yang berusia 74 tahun wafat beberapa hari lalu setelah terserang demam. Singh mengatakan ayahnya tidak dites dan meninggal 2 hari kemudian.

"Orang-orang sekarat dan tidak ada yang merawat kami," keluhnya.

Inilah salah satu gambaran gelombang kedua infeksi COVID-19 yang menghancurkan India. Tak hanya membuat oleng rumah sakit di kota-kota besar seperti Delhi, pelosok desa yang luas di negara itu pun ikut tercabik-cabik akibat minimnya fasilitas perawatan kesehatan.

REUTERS

Tak ayal, Perdana Menteri Narendra Modi menuai kritik lantaran gagal membendung gelombang ini. Dalam pidatonya pekan lalu, ia memperingatkan cepatnya pandemi menyebar ke pedesaan. Orang nomor satu di India itu pun mendesak warga agar tak mengabaikan gejalanya.

"Lakukan tes, isolasi diri Anda, dan mulai pengobatan tepat waktu," sarannya.

Namun, di desa ini, masyarakat tak punya banyak pilihan. Seorang wanita terpaksa meminjam tabung oksigen dari tetangga yang kondisinya sedikit membaik.

"Nyatanya, belum ada tes COVID-19. Kami telah mengupayakannya, tetapi mereka memberi tahu kami kalau mereka tak punya cukup petugas," ungkap Yogesh Talan, mantan kepala desa.[]

Ahada Ramadhana

https://akurat.co