Ekonomi

Geliat Startup Tak Lepas dari Peran Bisnis Keluarga

Saat ini di berbagai belahan dunia termasuk di Indonesia, bisnis rintisan atau startup tumbuh bak jamur di musim hujan


Geliat Startup Tak Lepas dari Peran Bisnis Keluarga
Ilustrasi startup (pexels.com)

AKURAT.CO Saat ini di berbagai belahan dunia termasuk di Indonesia, bisnis rintisan atau startup tumbuh bak jamur di musim hujan. Maraknya bisnis startup saat ini pun disinyalir tak lepas dari peran perusahaan keluarga.

Rektor PresUniv Jony Oktavian Haryanto mengungkapkan sekitar 85 persen startup ternyata mendapatkan modal pertamanya dari bisnis keluarga. Kini, sejumlah bisnis rintisan telah berkembang menjadi Unicorn, dan bahkan Decacorn.

Kehadiran startup tersebut diharapkan mampu menginspirasi banyak perusahaan, termasuk perusahaan keluarga, untuk menjadikan krisis justru sebagai peluang bisnis baru.

“ Para pebisnis startup tersebut bak peselancar yang justru menjadikan krisis sebagai “gelombang” untuk berselancar, yakni dengan memulai dan bahkan malah membesarkan bisnisnya,” tutur Jony Haryanto dalam keterangannya, Rabu (3/11/2021).

Mengutip riset McKinsey (2014) yang menyebut pentingnya peran perusahaan keluarga dalam perekonomian dunia.

Menurut McKinsey, 80 persen Produk Domestik Bruto (PDB) negara-negara di dunia ternyata berasal dari perusahaan keluarga. Lalu, dari seluruh perusahaan yang ada di dunia, 60 persen-nya masih dimiliki oleh keluarga.

"Mereka ini memainkan peran penting, karena rata-rata perusahaan keluarga mampu membukukan pendapatan US$1 miliar (atau sekitar Rp14,5 triliun jika memakai kurs saat ini)," ucapnya.

Sementara itu, Gubernur Bali Wayan Koster mengakui menghadapi dampak pandemi Covid-19 semua pihak dituntut untuk terus mencari jalan guna memulihkan berbagai sektor, termasuk ekonomi.

Untuk itu, lanjut dia, diperlukan kepemimpinan yang kuat dan inovatif dalam membangun ketangguhan ekonomi serta kreativitas dari seluruh komponen.