News

Geledah Kantor ACT, Polri: Ada Beberapa Dokumen yang Sudah Dipindahkan

Geledah Kantor ACT, Polri: Ada Beberapa Dokumen yang Sudah Dipindahkan
Mantan Presiden Aksi Cepat Tanggap (ACT) Ahyudin (tengah) menjalani pemeriksaan di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Senin (11/7/2022). Pemeriksaan ini berkaitan dengan kasus dugaan penyelewengan dana sosial ahli waris korban kecelakaan pesawat Lion Air JT-610 yang terjadi 2018 lalu. (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO, Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri telah menahan empat tersangka penyelewengan dana donasi yang dilakukan oleh Yayasan Aksi Cepat Tanggap (ACT). 

Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Brigjen Whisnu Hermawan mengatakan salah satu alasan keempat tersangka itu ditahan. Lantaran penyidik menemukan sejumlah dokumen telah dipindahkan dari kantor ACT. 

"Karena terbukti minggu lalu kami melaksanakan geledah di kantornya ACT. Ada beberapa dokumen yang sudah dipindahkan dari kantor tersebut," kata Whisnu kepada wartawan, Jumat (29/7/2022). 

baca juga:

Sehingga, penyidik mengkhawatirkan keempat tersangka itu menghilangkan barang bukti. 

"Sehingga kekhawatiran penyidik para empat Tsk tersebut akan menghilangkan barang bukti,"  ujar dia. 

Kendati demikian, ia enggan menjelaskan kasus ini secara lebih rinci. Sebab, kata dia pihak kepolisian akan menjelaskan semua dan memamerkan barang bukti dalam kasus ini saat konferensi pers. 

"Untuk lebih jelasnya nanti akan dilaksanakan press release pekan depan, dengan barang bukti dan akan disampaikan juga barang bukti dokumen yang benda tidak bergerak dan bergerak," katanya.

Sebelumnya, Bareskrim Polri telah menggeledah kantor lembaga Aksi Cepat Tanggap (ACT) di Menara 165 dan gudang wakaf yayasan Aksi Cepat Tanggap (ACT) di Kabupaten Bogor. 

"Pada 22 dan 23 Juli 2022 dilaksanakan kegiatan pengggeledahan oleh personel eksus Bareskrim Polri di kantor yayasan ACT di gedung menara 165," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan di Mabes Polri, Jakarta, Senin (25/7/2022).

Dari hasil penggeledahan itu, Bareskrim Polri menyita sejumlah dokumen terkait tindak pidana yang dilakukan oleh yayasan ACT. 

"Adapun objek penggeledahan meliputi seluruh dokumen hardware maupun software terkait dengan dugaan tindak pidana yang dilakukan oleh yayasan ACT," katanya. []