Rahmah

Gelar Webinar Penguatan Pentahelix, Sekum PP Fatayat NU: Kesadaran Masih Jadi Problem Utama

Margaret menyebut, pelaksanaan kepatuhan terhadap protokol kesehatan di Indonesia masih mengalami beberapa kendala.


Gelar Webinar Penguatan Pentahelix, Sekum PP Fatayat NU: Kesadaran Masih Jadi Problem Utama
Webinar Penguatan Pentahelix (YouTube tvMu)

AKURAT.CO  Pandemi Covid-19 sudah berjalan sekitar dua tahun terakhir dan berdampak pada semua aspek kehidupan, baik kesehatan, ekonomi dan sosial kemasyarakatan pada umumnya. Tidak ada satu orang pun yang tidak berdampak terhadap Covid-19. Dengan adanya dampak-dampak tersebut, sehingga masyarakat mau tidak mau harus melakukan adaptasi. 

Sekretaris Umum PP Fatayat NU Margaret A Maimunnah menyatakan, meskipun saat ini kasus positif Covid-19 sudah mulai menurun, tetapi sebenarnya bukanlah akhir dari pandemi. Artinya masyarakat harus tetap waspada karena masih ada kemungkinan akan ada gelombang baru Covid-19 seperti yang sudah terjadi di beberapa negara.

"Sehingga pelaksanaan patuh terhadap prokes menjadi hal yang paling utama dalam hal ini," ujarnya dalam Webinar Penguatan Pentahelix "Bersatu Pertahankan Perubahan Perilaku" yang disiarkan secara langsung melalui YouTube tvMu, Senin (22/11/2021).

Margaret menyebut, pelaksanaan kepatuhan terhadap protokol kesehatan di Indonesia masih mengalami beberapa kendala.

Pertama, ada masyarakat yang belum terbiasa melakukan kebiasaan baru. Seperti memakai masker, menjaga jarak dan anjuran prokes lainnya. 

Kedua, sebagian masyarakat Indonesia masih menganggap bahwa anjuran protokol kesehatan hanya sebatas formalitas.

"Jadi hanya dipakai kalau itu misalkan di lokasi yang ada pemeriksaan atau razia, jadi ketika tidak ada pemeriksaan, maka dianggap sebagai kondisi yang bebas," ucapnya.

Ketiga, masyarakat sebenarnya memahami tentang bahaya Covid-19, tetapi mereka mengacuhkannya. Karena sebagian masyarakat lebih mementingkan hal lain seperti bekerja. Padahal bekerja atau segala aktivitas lain dapat dilakukan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang berlaku.

Keempat, masyarakat selama tidak menerapkan protokol kesehatan, mereka menganggap tidak akan mendapatkan sanksi. Karena tidak  ada penegakan hukum yang tegas bagi para pelanggar protokol kesehatan.

"Jadi kesadaran masih menjadi problem saat ini," tuturnya.

Kelima, ketika terjadi penurunan kasus Covid-19, masyarakat juga seperti menganggap Covid-19 sudah pergi. Artinya sudah tidak perlu lagi menggunakan protokol kesehatan. Menurutnya, hal ini tentu asumsi yang perlu adanya perubahan.

Dari berbagai kondisi tersebut, Margaret menganggap, tentu menjadi tantangan bagi seluruh pihak-pihak yang ada dalam pentahelix ini. 

"Sehingga perlu ada upaya dan strategi yang dilakukan secara bersama untuk memberi edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan," pungkasnya. []