News

Gelar Protes, Aktivis Lingkungan Inggris Lekatkan Wajah dan Tangan dengan Lem Super ke Jalan Raya

Gelar Protes, Aktivis Lingkungan Inggris Lekatkan Wajah dan Tangan dengan Lem Super ke Jalan Raya


Gelar Protes, Aktivis Lingkungan Inggris Lekatkan Wajah dan Tangan dengan Lem Super ke Jalan Raya
Seorang aktivis perubahan iklim Insulate Britain menempelkan wajahnya ke jalan dengan lem sebagai upaya memblokir lalu lintas di Bishopsgate . (Ben Cawthra/LNP)

AKURAT.CO, Demonstran yang tergabung dalam kelompok aktivis lingkungan Insulate Britain masih terus melanjutkan kampanyenya. Setidaknya sejak September lalu, mereka terus memprotes perubahan iklim hingga menyerukan pemerintah untuk mengisolasi jutaan rumah. Dalam rangkaian demonya, para pengunjuk rasa kerap bergerak dengan cara menyumbat lalu lintas.

Dalam aksi terbaru, mereka nekat melekatkan tangan hingga wajah dengan lem super ke permukaan jalan. Dilaporkan, aksi tersebut dilakukan di berbagai lokasi di sekitar London mulai Senin (25/10) pagi waktu setempat. Dalam aksinya, mereka menargetkan distrik-distrik bisnis dan keuangan London, termasuk di kawasan Kota London hingga Canary Wharf.

Namun, seperti diwartakan DailyMail hingga YahooNews, aksi para aktivis itu pada ujungnya berbuah penangkapan hingga memicu kemarahan dari para pengguna lalu lintas. 

Para anggota kelompok yang menempelkan anggota badannya ke jalan, terpaksa diseret oleh polisi. Dalam satu insiden, seorang aktivis pria di Bishopsgate terlihat kesakitan saat diamankan secara paksa oleh polisi. Saat itu, ia ikut menempelkan wajahnya dengan lem ke jalan raya. 

Menurut Dinas Polisi Metropolitan London (MET), ada sebanyak 52 pengunjuk rasa yang berhasil ditangkap. Mereka ditahan di sejumlah lokasi berbeda, seperti di Bishopsgate, Upper Thames Street, Limehouse Street, dan Southwark Bridge.

"Sebanyak 52 orang telah ditangkap menyusul sejumlah protes di London dan Kota London pagi ini. Kami menanggapi bersama @CityPolice untuk acara di Bishopsgate, Upper Thames Street, Limehouse, dan di Southwark Bridge. Mereka yang ditangkap sedang dalam perjalanan menuju tahanan," kata MET di halaman Twitternya.

Gelar Protes, Aktivis Lingkungan Inggris Lekatkan Wajah dan Tangan dengan Lem Super ke Jalan Raya - Foto 2
 Dalam protes terbaru Insulate Britain di London, para demonstran menempelkan diri ke permukaan jalan-PA
Gelar Protes, Aktivis Lingkungan Inggris Lekatkan Wajah dan Tangan dengan Lem Super ke Jalan Raya - Foto 3
 Seorang aktivis perubahan iklim Insulate Britain dengan kepala terpaku di jalan dibebaskan dari Bishopsgate di London-Peter Macdiarmid/LNP

Protes yang dimulai pukul 8.16 pagi di Bishopsgate berlangsung sekitar dua jam, dengan petugas membutuhkan waktu tambahan untuk membersihkan jalan dari lem dan memindahkan massa. Selama protes, warga tampak mendekati para penggunjuk rasa. Beberapa mengatakan bahwa para aktivis itu telah 'melakukan pekerjaan dengan baik'. 

Namun, tak jarang pula warga yang marah lantaran menganggap aksi para aktivis menghambat jalannya lalu lintas. Dalam protesnya, warga yang lewat sampai meneriaki para aktivis.

"Mengapa Anda melakukan ini? Carilah. Saya mencoba untuk pergi bekerja dan harus berjalan hanya untuk sampai ke sana. Saya membayar pajak saya," ujar seorang pria yang berjalan ke arah para pengunjuk rasa.

Pemandangan serupa juga terlihat di Bishopsgate. Di sana, seorang pejalan kaki sempat meneriaki para aktivis dan memprotes karena aksi mereka disebut menghalangi orang berobat. 

"Jika ada yang terkena kanker, tolong beri tahu orang yang kalian kenal. Jadi, kalian tahu bagaimana rasanya memiliki orang yang kalian cintai yang tidak bisa berobat. Kalian bisa duduk di sini, saya harap kalian tahu seperti apa rasanya. Ayah saya membutuhkan perawatan dan kalian duduk di sini melakukan ini. Kalian ini sampah. Saya harap jika ada yang terkena kanker, itu adalah orang tua kalian.. Apakah orang tua kalian masih hidup?" kata pria tersebut, tampak kesal.

Seorang pengunjuk rasa lalu menjawab dan berkata bahwa ibunya meninggal karena kanker. Namun, pria itu tidak mau menyerah dan kembali menimpali. 

"Apakah Anda tahu bagaimana rasanya, seseorang mencoba mendapatkan pengobatan untuk kanker dan Anda berdiri seperti ini? Orang-orang berusaha untuk pergi ke rumah sakit, dari semua tempat. Jika ada yang terkena kanker, beri tahu keluarga Anda - beri tahu Anda bagaimana rasanya. Kalian semua!" tambah pria tersebut.

Aksi pada Senin menandai ke-14 kalinya Insulate Britain menyebabkan gangguan di jalan raya atau jalan A di London selama enam minggu terakhir. Kelompok itu telah memperingatkan pada Jumat (22/10) lalu bahwa mereka akan memulai kembali blokade mereka minggu ini.

Kampanye terus berlanjut meskipun ada perintah yang membuat mereka menghadapi panggilan pengadilan dan kemungkinan penjara atau denda yang tidak terbatas. Minggu lalu, surat-surat pengaduan telah diajukan terhadap sembilan demonstran, dan mereka bisa menghadapi hukuman dua tahun penjara karena menghina pengadilan.

Organisasi tersebut mengatakan akan 'bangkit melawan tirani' sebagai tanggapan atas laporan Net Zero Pemerintah yang dirilis minggu lalu. Insulate Britain mengatakan bahwa dari laporan itu, terbukti pemerintah 'benar-benar telah gagal memenuhi tantangan umat manusia pada masa sekarang'.

Protes itu juga datang hanya beberapa hari sebelum konferensi iklim COP26 di Glasgow dimulai pada hari Minggu (31/10). Konferensi ini sendiri telah dilihat oleh para juru kampanye sebagai kesempatan terakhir untuk menepati janji pengurangan karbon yang dapat menjaga pemanasan global dalam batas yang dapat dikelola.

Pada seruannya, Insulate Britain menginginkan semua rumah di Inggris diisolasi pada tahun 2030 untuk mengurangi emisi karbon. 

Pengunjuk rasa Tony Hill, 71 tahun, yang mengatakan dia telah melakukan perjalanan dari daerah dekat Kendal di Cumbria untuk bergabung dalam protes. 

"Saya di sini hari ini karena marah, takut, tetapi saya punya tekad. Saya marah karena pemerintah telah mengecewakan. Pemerintah negara-negara dunia mengecewakan semua orang. Tidak ada hal substansial yang sedang dilakukan oleh Pemerintah kita dan pemerintah di seluruh dunia."

"Kami menyerukan untuk mengisolasi bangunan sebanyak yang kita bisa. Itu adalah sesuatu yang kita semua bisa lakukan, ini adalah solusi," katanya. []