Rahmah

Gelar Konferensi Pers, PBNU Bahas Program di Muktamar NU ke-34

Gelar Konferensi Pers, PBNU Bahas Program di Muktamar NU ke-34
Sekretaris Komisi Program Muktamar NU Rumadi Ahmad (YouTube TV NU)

AKURAT.CO  Sekretaris Komisi Program Muktamar NU Rumadi Ahmad, menyampaikan komisi program bertugas merancang draft untuk program-program yang akan dilakukan oleh Nahdlatul Ulama dalam kurun waktu lima tahun yang akan datang.

"Jadi kepengurusan PBNU lima tahun yang akan datang itu harus melakukan apa," tuturnya dalam Konferensi Pers Komisi Program Muktamar NU ke-34 yang digelar di Gedung PBNU, Selasa (7/12/2021).

Dalam paparannya, Rumadi menyebut, Muktamar NU tahun ini merupakan Muktamar terkahir, ketika NU memasuki abad kedua. Artinya tahun 2026 yang akan datang, NU sudah memasuki abad kedua, sehingga program-program yang disusun dapat menjadi milestone untuk memasuki abad yang kedua.

baca juga:

Meskipun begitu, Rumadi menjelaskan, dalam Muktamar NU ke-34 ini, sebagian program yang akan dibahas adalah menindaklanjuti program yang sudah ditentukan pada Muktamar NU ke-33. Di mana pada saat itu, sudah ditetapkan program dari tahun 2015 sampai 2026.

Lebih lanjut, Rumadi memaparkan beberapa lingkungan strategis eksternal yaitu pembahasan sebelum program NU. 

Pertama, perkembangan demografi penduduk Muslim di dunia. Menurut data survei, tahun 2015 melaunching survei, yaitu tahun 2010 sampai tahun 2050 ada perkembangan demografi dan komposisi Muslim yang harus NU amati. Karena perkembangan ini kemudian menimbulkan pertanyaan, Muslim yang seperti apa yang berkembang di masa yang akan datang. 

Kedua, tahun 2019 penandatanganan piagam persaudaraan yang ditandatangani oleh Grand Syah Al Azhar dan Paus San Fransiskus di Abu Dhabi yang meneguhkan paham-paham kegamangan yang selama ini diusung oleh NU.

"Jadi penandatanganan ini meneguhkan Nahdlatul Ulama bahwa apa yang selama ini diperjuangkan oleh Nahdlatul Ulama mendapatkan momentum dan dipersetujui oleh dua kekuatan besar agama di dunia yang diwakili oleh Grand Syah Al Azhar dan juga Paus di Abu Dhabi beberapa waktu yang lalu," ujar Rumadi.

Dengan demikian, lanjut Rumadi menyampaikan, dua peristiwa penting di dunia internasional tersebut, menjadi hal yang sangat diperhatikan NU di masa yang akan datang.

Selain itu, yang menjadi catatan bagi NU dalam program lima tahun ke depan adalah perkembangan demografi nasional, bonus demografi, indeks  pembangunan manusia, reformasi birokrasi dan pemberantasan korupsi, kesehatan, kekerasan terhadap anak dan perempuan, perkembangan demokrasi, perkembangan politik aliran, dinamika sosial keagamaan, perkembangan teknologi informasi, pendidikan dan kualitas sumber daya manusia.

"Dunia digital juga menjadi perhatian kami, angka penduduk yang semakin hari banyak yang berinteraksi melalui internet, itu juga menjadi perhatian kami," pungkas Rumadi. []