News

Gelar Ibadah Keagamaan di Sungai, 14 Orang di Afrika Selatan Tewas Diempas Banjir 

Gelar Ibadah Keagamaan di Sungai, 14 Orang di Afrika Selatan Tewas Diempas Banjir 
Pada Minggu (4/12), tim penyelamat sempat melanjutkan pencarian di sungai, setelah sebelumnya berhenti pada Sabtu malam waktu setempat (ROBERT MULAUDZI via BBC)

AKURAT.CO Setidaknya 14 orang dilaporkan tewas setelah banjir bandang menyapu para jemaah yang sedang mengikuti upacara kebaktian gereja di Afrika Selatan.

Insiden itu terjadi pada Sabtu (4/12), dengan lebih dari 30 jemaah awalnya melangsungkan ibadah di sepanjang Sungai Jukskei dekat Johannesburg.

Seorang saksi mata mengungkap bahwa pada saat banjir terjadi, beberapa jemaah berdiri di atas bebatuan sungai. Dikatakan bahwa pendeta yang memimpin ibadah, juga sempat terseret arus banjir, tetapi selamat setelah berpegangan pada dahan pohon.

baca juga:

Saat ini, tim penyelamat telah menangguhkan pencarian para korban, dan rencananya akan dilanjutkan pada Senin waktu setempat.

Diperkirakan masih ada setidaknya tiga orang yang belum ditemukan dan operasi pencarian telah melibatkan upaya dari polisi, pemadam kebakaran serta tim penyelamat spesialis.

Melalui operasi tersebut, petugas berhasil menemukan dua jenazah pada Sabtu. Kemudian pada Minggunya, tim penyelamat menemukan 12 jenazah lagi, kata Robert Mulaudzi, juru bicara Layanan Manajemen Darurat Kota Johannesburg.

Belum segera diketahui mengapa ibadah pada Sabtu nekat digelar di sungai selama musim hujan.

Namun, Mulaudzi menuturkan bahwa sebelum banjir, pihak berwenang sebenarnya telah memperingatkan warga untuk berhati-hati. Mereka pun telah menyarankan agar penduduk tidak melangsungkan upacara di atau di dekat sungai tersebut, yang terkenal kerap banjir selama musim hujan di Afrika Selatan.

"Warga kami, terutama jemaah yang biasa melakukan ritual semacam ini, akan tergoda untuk pergi ke aliran sungai ini. Pesan kami kepada mereka adalah untuk berhati-hati saat melakukan ritual," kata  Mulaudzi, sebagaimana dikutip BBC.

Victor Ncube, yang ikut dalam kebaktian gereja, mengatakan kepada stasiun berita lokal eNCA bahwa dia berhasil menarik lima orang keluar dari sungai, setelah tersapu hingga 100 meter ke hilir.

Yang lain terlanjur terseret arus dan terlampau jauh untuk diselamatkan, tambahnya.