News

Geger Varian Omicron! CEO BioNTech Minta Jangan Panik, CEO Moderna Mengaku Ketar-ketir

Ugur Sahin yakin vaksinnya mampu mencegah penyakit parah, tetapi Stephane Bancel pesimis terhadap efektivitas vaksinnya.


Geger Varian Omicron! CEO BioNTech Minta Jangan Panik, CEO Moderna Mengaku Ketar-ketir
Kolase foto CEO BioNTech Ugur Sahin dan CEO Moderna Stephane Bancel. (Reuters dan Financial Times)

AKURAT.CO, Virus corona varian Omicron telah membuat masyarakat khawatir. CEO pabrik vaksin Covid-19, BioNTech, pun menyerukan agar tetap tenang.

Dalam wawancara dengan The Wall Street Journal (WSJ) pada Selasa (30/11) Ugur Sahin mengatakan varian Omicron memang tetap bisa menginfeksi orang-orang yang sudah divaksin. Namun, mereka tetap terlindungi dari penyakit parah.

"Pesan kami: jangan panik. Rencananya tetap sama: percepat penyuntikan booster ketiga," ungkapnya kepada WSJ, dilansir dari AFP.

Menurut Sahin, vaksin mRNA dari BioNTech-Pfizer telah terbukti dapat melindungi dari penyakit parah akibat varian lain virus yang menginfeksi orang yang sudah divaksinasi.

Pria yang ikut mendirikan BioNTech sekaligus menemukan salah satu vaksin pertama Covid-19 ini mencatat Omicron diduga dapat menghindari antibodi yang dihasilkan oleh vaksin lebih baik daripada Delta. Pasalnya, jumlah mutasinya lebih tinggi. Namun, varian baru ini mustahil dapat mengelak dari respons imun sel-T tubuh terhadap infeksi.

"Keyakinan kami [bahwa vaksin mampu melawan Omicron] berakar pada sains. Jika virus berhasil lolos dari kekebalan, virus itu berhasil melawan antibodi, tetapi ada respons kekebalan tingkat kedua yang melindungi dari penyakit parah, yaitu sel-T," terangnya.

Prediksi berbeda justru disampaikan oleh CEO Moderna Stephane Bancel di hari yang sama. Dalam wawancara dengan Financial Times, Bancel memperingatkan kalau vaksin Covid-19 saat ini akan jauh kurang efektif terhadap Omicron.

"Saya perkirakan keefektifannya berbeda dibandingkan terhadap Delta. Saya kira akan terjadi penurunan materi. Namun, saya belum bisa memastikan berapa karena kita harus menunggu datanya. Meski begitu, semua ilmuwan yang saya ajak bicara bilang sepertinya tak akan baik," tuturnya.

Komentar Bancel langsung mengguncang pasar Eropa dan Asia, sehingga saham dan harga minyak anjlok.

Sementara itu, Sahin mengatakan kalau persiapan pemasaran vaksin yang menargetkan Omicron butuh waktu sekitar 100 hari. Namun, mungkin itu tak diperlukan.

"Kami berencana memberikan dosis ketiga kepada masyarakat. Kami harus tetap berpegang pada rencana ini dan mempercepatnya. Apakah kita akan butuh perlindungan dengan diadaptasi, ini masih harus dilihat nanti," pungkasnya. []