News

Geger Isu Satu Peti Diisi 2 Jenazah COVID-19, Ini Tanggapan Pemprov DKI

Pemprov DKI sebut isu tersebut bohong


Geger Isu Satu Peti Diisi 2 Jenazah COVID-19, Ini Tanggapan Pemprov DKI
Petugas merawat makam COVID-19 di TPU Pondok Ranggon, Jakarta, Rabu (2/12/2020). (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Pertamanan dan Hutan Kota setempat membantah adanya isu yang menyebut satu peti diisi dua jenazah pasien COVID-19. Isu ini sedang ramai disorot media.

Adapun pengakuan seorang petugas pemakaman yang diketahui bernama Herman itu menyatakan bahwa satu peti diisi dua jenazah ini berlaku bagi jenazah yang punya hubungan kekeluargaan. Hal ini bertujuan untuk mengirit lahan pemakaman yang mulai menipis. 

Kepala Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta, Ivan Murcahyo menegaskan kabar tersebut tidak benar. 

Ia menegaskan bahwa sejauh ini pihaknya tidak pernah mempertimbangakan opsi itu.

"Sampai saat ini kami tidak ada opsi untuk hal tersebut  (1 peti diisi 2 jenazah)," kata Ivan ketika dikonfirmasi Rabu (23/6/2021).

Ivan menegaskan, sejauh ini pihaknya tetap memakamkan jenazah pasien corona dengan sangat layak. Satu peti untuk satu jenazah, pihaknya tidak khawatir kehabisan lahan pemakaman karena mereka masih punya 7 hektar lahan yang belum dibuka di kawasan Rorotan, Jakarta Utara.

"Yang pasti opsi satu peti dua jenazah tidak ada dalam prosedur umum. pemakaman Pemprov DKI," tegasnya.

Isu penangan jenazah corona di Jakarta memang sedang menjadi sorotan setelah ledakan dahsyat wabah ini terjadi sejak dua pekan lalu.

Selain isu satu peti di isi dua jenazah, ada isu lain yang tak kalah heboh yakni Pemprov DKI mengakut jenazah pasien corona menggunakan truk.

Awalnya isu ini dibantah habis-habisan oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria dan pihak Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI.

Namun, Pemprov DKI mengakui hal ini. Hal ini dibuka Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) DKI Jakarta Edi Sumantri dalam rapat bersama Komisi C DPRD DKI Jakarta Rabu (22/6/2021).

Edi mengaku, pihaknya mengakut jenazah pasien COVID-19 menggunakan truk lantaran ambulans sudah tak tersedia lagi.

Dia tidak merinci jumlah truk yang dipakai, namun kata dia satu truk mampu membawa 8 jenazah menuju tempat pemakaman. 

"Ambulans tidak mungkin lagi, (akhirnya diangkut) dengan truk dengan kapasitas satu truk delapan peti," kata Edi.[]

Bayu Primanda

https://akurat.co