News

Geger Covid-19 Varian Omicron, WHO Peringatkan Risiko Tinggi Penularan di Seluruh Dunia

Menurut bukti awal, Omicron berisiko tinggi menyebabkan infeksi ulang Covid-19.


Geger Covid-19 Varian Omicron, WHO Peringatkan Risiko Tinggi Penularan di Seluruh Dunia
Ilustrasi virus corona SAARS-CoV-2 varian Omicron. (csid.ro)

AKURAT.CO, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan Covid-19 varian Omicron berisiko tinggi menimbulkan lonjakan infeksi di seluruh dunia. Varian ini dapat menyebabkan konsekuensi yang gawat di sejumlah wilayah, menurut pernyataan WHO pada Senin (29/11).

Dilansir dari BBC, varian Omicron terdeteksi di Afrika Selatan awal bulan ini. Bukti awal pun menunjukkan kalau ia berisiko tinggi menimbulkan infeksi ulang.

"Omicron punya jumlah mutasi paku yang belum pernah terjadi sebelumnya. Beberapa di antaranya mengkhawatirkan karena berpotensi berdampak pada lintasan pandemi," bunyi pernyataan WHO.

Menurut pemimpin WHO, Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus, para ilmuwan di seluruh dunia sedang menggali apakah varian baru ini dapat menyebabkan penularan yang lebih tinggi, risiko infeksi ulangnya, dan bagaimana reaksinya terhadap vaksin.

"Geger Omicron menjadi pengingat bahwa Covid-19 ternyata belum selesai dengan kita," ungkapnya.

Ia menambahkan kalau belum ada kematian yang terkait dengan varian baru ini.

Sementara itu, sejumlah negara, termasuk Kanada, Inggris, Portugal, Belgia, dan Belanda, telah melaporkan kasus yang terkait Omicron. Varian baru ini pun membuat Inggris, Uni Eropa, dan Amerika Serikat (AS) menetapkan larangan perjalanan bagi negara-negara Afrika, keputusan yang dikritik oleh Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa.

Jepang telah mengumumkan akan menutup perbatasannya untuk pelancong asing baru mulai Selasa (30/11) tengah malam. Australia pun membatalkan rencananya untuk melonggarkan pembatasan perbatasan. Kedatangan di Australia untuk pelajar internasional dan pekerja terampil bervisa awalnya akan dibuka kembali pada Rabu (1/12). Namun, rencana ini diundur hingga 15 Desember.

Israel juga melarang warga negara asing memasuki negara tersebut.[]