News

Geger! Baru Beberapa Jam Diangkat, PM Wanita Pertama Swedia Sudah Mundur, Ada Apa?

Magdalena Andersson, perdana menteri wanita pertama dalam sejarah Swedia, berhenti beberapa jam setelah diangkat


Geger! Baru Beberapa Jam Diangkat, PM Wanita Pertama Swedia Sudah Mundur, Ada Apa?
Magdalena Andersson mengaku siap menjadi perdana menteri dari pemerintahan satu partai (Adam Ihse/TT News Agency via Reuters)

AKURAT.CO Buat geger, Perdana Menteri (PM) wanita pertama Swedia mengundurkan diri hanya beberapa jam setelah pengangkatannya.

Dilansir dari NPR hingga Al Jazeera, Magdalena Andersson, diumumkan sebagai PM pada Rabu (24/11), tetapi 'resign'  kurang dari 12  jam usai mitra koalisinya, Partai Sayap Hijau mundur dari pemerintah dan anggarannya gagal.

Sebelumnya, pada sidang anggaran, parlemen telah menolak anggaran yang diajukan oleh koalisi Andersson. Sebaliknya, parlemen justru memilih anggaran yang disusun oleh oposisi yang mencakup populis sayap kanan Demokrat Swedia (SD) yang anti-imigran. Partai itu adalah yang terbesar ketiga di Swedia, dan berakar pada gerakan neo-Nazi.

Hasil pemungutan suara adalah 154-143, dengan mayoritas mendukung proposal anggaran yang diajukan oposisi. 

Andersson mengatakan bahwa pemerintah koalisi harus mengundurkan diri jika sebuah partai memilih untuk meninggalkan pemerintah.

"Ada praktik konstitusional bahwa pemerintah koalisi harus mengundurkan diri ketika satu partai mundur. Bagi saya, ini tentang rasa hormat, tetapi saya juga tidak ingin memimpin pemerintahan yang legitimasinya dipertanyakan.

"Saya telah mengatakan kepada pembicara bahwa saya ingin mengundurkan diri," kata Andersson selama konferensi pers.

Kendati demikian, Andersson mengaku mempunyai harapan untuk kembali menjabat dan menjadi pemimpin pemerintahan dari partai tunggal. 

"Saya siap menjadi PM dalam satu partai, pemerintahan Sosial Demokrat," kata Andersson yang tergabung dalam Partai Sosial Demokrat.

Meski mundur dari pemerintahan, Partai Hijau mengatakan akan mendukung Andersson dalam setiap pemungutan suara baru di parlemen. Sementara, Partai Tengah berjanji untuk abstain, yang dalam praktiknya sama dengan mendukung pencalonannya. Partai Kiri juga mengatakan akan mendukungnya.

"Kami memiliki partai yang bersatu di belakang kami yang mengatakan kami tidak bisa duduk di pemerintahan yang menerapkan kebijakan (Demokrat Swedia). Kami harus menatap mata pemilih kami dan merasa bangga," kata Marta Stenevi, juru bicara Partai Hijau saat partainya memilih untuk mengundurkan diri dari pemerintahan Anderson.

Penunjukan Anderson telah menandai tonggak sejarah Swedia

Geger, Baru Beberapa Jam Diangkat, PM Wanita Pertama Swedia Sudah Mundur, Ada Apa - Foto 1
Reuters via BBC

Penunjukan Andersson sebagai PM sebenarnya telah menandai tonggak sejarah bagi Swedia. Mengingat, dalam hubungan gender, Swedia selama beberapa dekade dipandang sebagai salah satu negara paling progresif di Eropa, tetapi belum memiliki seorang wanita di posisi politik teratas.

Andersson telah ditunjuk untuk menggantikan Stefan Lofven sebagai pemimpin partai dan PM, peran yang dia lepaskan awal tahun ini.

Sebelumnya pada Rabu, 117 anggota parlemen memilih suara untuk mendukung Andersson; 174 menolak pengangkatannya; 57 abstain; dan satu anggota parlemen tidak hadir.

Pemilihannya sebagai kepala pemerintahan minoritas mengikuti kesepakatan 11 jam dengan partai oposisi Kiri, dengan imbalan pensiun yang lebih tinggi bagi banyak orang Swedia. Dalam pemilihan itu, Anderson lantas mendulang dukungan dari mitra koalisinya, Partai Hijau.

Kemudian dalam sidang selanjutnya, anggaran yang disetujui didasarkan pada proposal pemerintah sendiri. Namun, dari 74 miliar Krona Swedia (Rp116 triliun) yang ingin dibelanjakan pemerintah untuk reformasi, lebih dari 20 miliar Krona (Rp31 triliun) akan didistribusikan kembali tahun depan.

Anggaran yang disetujui bertujuan untuk mengurangi pajak, meningkatkan gaji petugas polisi dan lebih banyak uang untuk berbagai sektor sistem peradilan Swedia.

Di bawah Konstitusi Swedia, PM dapat ditunjuk dan memerintah selama mayoritas parlemen (minimal 175 anggota) tidak menentang mereka.

Pemilihan umum Swedia berikutnya dijadwalkan pada 11 September 2022.[]