News

Geger! 6 Bom Surat Teror Spanyol, Kedubes AS Ikut Jadi Target

Geger! 6 Bom Surat Teror Spanyol, Kedubes AS Ikut Jadi Target
Kedubes AS di Madrid menjadi salah satu dari enam lokasi di seluruh Spanyol yang menerima bom surat dalam seminggu terakhir (Fernando Villar/EPA-EFEGo)

AKURAT.CO  Spanyol segera meningkatkan keamanan setelah Madrid mengungkap pengiriman sejumlah bom surat yang ditujukan ke beberapa sasaran profil tinggi. Laporkan menunjukkan bahwa setidaknya ada enam lokasi yang diteror bom surat, dengan target termasuk perdana menteri (PM) Pedro Sanchez.

Selain PM, Kedutaan Besar (kedubes) Amerika Serikat (AS) di Madrid juga  menjadi salah satu lokasi yang menerima bom surat selama sepekan terakhir. 

Belum segera ada pihak yang mengeklaim bertanggung jawab.

baca juga:

Namun, tampaknya bom surat ini ditujukan oleh para pendukung Ukraina, yang kini tengah berperang melawan invansi Rusia, menurut para pejabat Spanyol pada Kami (1/12).

Pada Rabu, perangkat serupa meledak di Kedubes Ukraina di Madrid, melukai seorang pegawai pria yang mencoba membuka paket. Mercedes Gonzales, perwakilan pemerintah Spanyol untuk Madrid, membeberkan bahwa ledakan itu membuat pegawai tersebut mengalami luka kecil yang tidak mengancam jiwa. Bom itu menyebabkan luka sangat kecil di jari manis tangan kanan korban, katanya.

Sehari setelah itu, pada Kamis siang, Kedubes AS mengonfirmasi bahwa mereka ikut menerima 'paket mencurigakan'. Beruntung tidak ada yang terluka dalam serangan itu. The New York Times dan The Washington Post melaporkan bahwa paket itu diledakkan dengan aman, tanpa ada korban cedera.

"Kami berterima kasih kepada penegak hukum Spanyol atas bantuan mereka selama situasi ini," kata Kedubes AS.

BBC mengutip keterangan pejabat Spanyol, mengonfirmasi bahwa menteri pertahanan termasuk di antara target bom tersebut.

Menteri Pertahanan Margarita Robles kemudian mengeluarkan pesan menantang usai muncul paket bahan peledak dengan namanya. Robles menegaskan bahwa tidak ada surat atau tindakan kekerasan yang bisa menghalangi Spanyol untuk mendukung Ukraina.