News

Gegara Pernyataan Luhut, Politisi Demokrat Bongkar Sikap Megawati di Era SBY

Luhut B. Pandjaitan meminta Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) duduk manis dan hanya sesekali lempar kritik ke pemerintah.


Gegara Pernyataan Luhut, Politisi Demokrat Bongkar Sikap Megawati di Era SBY
Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri (Dok. AKURAT.CO)

AKURAT.CO, Politisi Partai Demokrat Rachland Nashidik menyoroti pernyataan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut B. Pandjaitan yang meminta Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) duduk manis dan hanya sesekali lempar kritik ke pemerintah.

Luhut sebelumnya pernah dikritik oleh SBY soal gaya komunikasinya yang dinilai keras dan terkesan mengancam.

Luhut menilai apa yang disampaikan SBY itu sah saja. Namun menteri Jokowi ini merasa tidak pernah mengancam siapapun. Luhut mempersilakan SBY atau siapapun untuk menilai cara dirinya berkomunikasi. Namun Luhut merasa tidak berupaya menyerang rakyat yang kritik. Hal ini terungkap dalam acara Double Check Kick Andy Metro TV, Minggu 25 Juli 2021.

"Saya enggak temperamental kok, gaya Batak memang begini, apalagi saya tentara lagi. Saya enggak merasa aneh, silakan dia (SBY) ngomong begitu. Saya ini care dengan banyak orang, lihat saja mana ada yang peduli nyapa anak buahnya. Saya ini keras terhadap pendirian saya," kata Luhut.

Luhut mengaku tidak keberatan dengan kritik SBY. Meski begitu, Luhut berpesan agar SBY meniru gaya BJ Habibie.

"Ya dia (SBY) kan mantan presiden, kita hormati lah. Saya enggak ada keberatan, saya bilang ke Pak Bambang (SBY) oke-oke lah hak beliau. Tapi semua hanya titip saja, pemimpin kalau selesai eranya, ya seperti Pak Habibie lah, mau duduk manis datang sekali-sekali kritik boleh lah. Tak perlu lah merasa yang berkuasa saat ini di bawah kita," tuturnya.

Di lokasi terpisah, Rachland menilai SBY hanya mendoakan pandemi Covid-19 segera selesai. Doa merupakan permohonan kepada Tuhan.

"Pak SBY mendoakan Pemerintah dan rakyat Indonesia dari pandemi," ujar Rachland sebagaimana dikutip AKURAT.CO dari akun Twitternya Jumat (30/7/2021).

Masih di kicauan yang sama, Rachland menyeret nama Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri. Dia menilai Megawati pernah melayangkan kritik ke pemerintah di era SBY. Bahkan sampai mengerahkan massa ke jalan.

"Megawati tak cuma mengkritik: ia kerahkan demo-demo PDIP pada SBY. Kadernya: Hasto hingga Jokowi, mendiskreditkan SBY hingga kini, 7 tahun setelah SBY tak lagi memimpin," ungkapnya.

SBY sebelumnya berkomentar soal pandemi Corona. SBY berharap Tuhan membimbing pemerintah dan masyarakat melewati ujian ini. Hal itu disampaikan SBY dalam akun Twitter-nya yang bercentang biru seperti dilihat pada Rabu (28/7/2021).

SBY menekankan mengenai pentingnya berdoa, selain terus berikhtiar.

"Tuhan, seraya gigih berikhtiar, kami tetap memohon kemurahan hati-Mu. Selamatkan negeri kami dan kami semua. Bimbinglah pemerintah kami dan juga kami masyarakat Indonesia agar dapat mengatasi pandemi besar ini. Amin," tulis SBY.[]

Hingga berita ini diterbitkan, AKURAT.CO tengah berupaya menghubungi petinggi PDIP untuk mengklarifikasi pernyataan Rachland Nashidik.