News

Gegara Ini, Ferdy Sambo Sempat Nangis di Hadapan Kedua Anak Buahnya

Gegara Ini, Ferdy Sambo Sempat Nangis di Hadapan Kedua Anak Buahnya
Terdakwa Ferdy Sambo bersiap menjalani sidang lanjutan kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (8/11/2022). PPengadilan Negeri Jakarta Selatan kembali menggelar sidang lanjutan kasus pembunuhan Brigadir J untuk terdakwa Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi dengan agenda pemeriksaan saksi. Setidaknya, terdapat sepuluh saksi yang dihadirkan JPU di dalam ruang sidang, salah satunya adalah Susi, asisten rumah t (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO Mantan Wakaden Biro Paminal Propam Polri, AKBP Arif Rahman Arifin menyebut jika Ferdy Sambo sempat menangis dihadapan dirinya dan Hendra Kurniawan. 

Momen itu terjadi saat Hendra dan Arif menyampaikan hasil temuan CCTV terkait kronologi kematian Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.

Saat itu, Ferdy Sambo memandangi foto keluarganya sambil berurai air mata. Sambo merasa bahwa kehormatan keluarganya telah direnggut, hal itu untuk membenarkan skenario tembak-menembak yang dilaporkannya di awal.

baca juga:

"Beliau melihat foto, di kursi beliau ada foto di belakangnya itu, foto keluarganya, terus menangis," kata dia dalam persidangan, Senin (28/11/2022).

Cerita itu bermula saat Hendra Kurniawan mengajak dirinya menemui Ferdy Sambo dengan tujuan untuk melaporkan Yosua masih hidup saat Ferdy Sambo datang dan itu terekam dalam CCTV Kompleks Polri Duren Tiga.

"Awal mulanya, Pak Hendra menjelaskan tentang apa yang sudah dilaporkan oleh saya kepada Pak Hendra, kurang lebih dua kali dijelaskan tapi Pak Ferdy tidak memberikan respons, Yang Mulia," kata Arif.

"Apa yang dijelaskan Saudara Hendra kepada Ferdy Sambo?" tanya hakim.

"'Izin, Bang, dini hari Arif sudah nonton. Apa? Nonton CCTV. Terlihat Yosua masih hidup ketika abang tiba di rumah'," ucap Arif menirukan suara Hendra.

Mendengar itu, menurut Arif, Ferdy Sambo terlihat marah. Ferdy Sambo saat itu juga mengatakan semua yang dilaporkannya itu tidak benar.

"Beliau sempat terdiam lalu ngomong, ngomong sedikit agak marah, 'Nggak benar itu, sudah, kamu percaya saya aja'," ucap Arif menirukan ucapan Sambo.

Kemudian Sambo bertanya kepada Arif siapa saja yang menonton rekaman CCTV tersebut. Arif mengaku menonton bersama dengan Chuck Putranto, Baiquni Wibowo, dan Ridwan Soplanit.

Selain itu, kata Arif, Sambo juga bertanya di mana rekaman CCTV itu disimpan. Menurutnya, Sambo pun akan menyalahkan Arif, Chuck, Baiquni, dan Ridwan apabila rekaman itu tersebar.

"'Kamu simpan di mana itu?' Saya laporan, 'Saya simpan di laptop Baiquni dengan hardisk karena saya lihatnya hardisk, eh flashdisk nempel di laptop'," ujarnya.

"Berarti kalau sampai ini, kata Pak Sambo 'ini kalau bocor kalian berempatlah yang bocorin'," imbuhnya.

"Saya hanya diam saja karena beliau seperti sudah mukanya merah marah," kata Arif.

Ferdy Sambo meminta Arif memusnahkan file CCTV Kompleks Duren Tiga yang menunjukkan Brigadir Yosua Hutabarat masih hidup.

Kemudian Sambo memandangi foto keluarga yang berada di belakang kursi kerjanya. Arif mengatakan saat itu Sambo menangis.

"Kamu tahu enggak, ini sudah menyangkut kehormatan saya. Percuma saya bintang dua tidak bisa menjaga istri saya'," tutur Arif menirukan Sambo.

Usai melihat aksi Sambo itu, Hendra dan Arif meninggalkan ruangan Kadiv Propam.

"Pas kami berdiri, Pak Ferdy sempat ngomong 'Kamu, pastikan nanti semuanya sudah musnah'," ujarnya. []