Rahmah

Gegara Dianggap Lambat oleh Majikannya, Abu Nawas Lakukan Hal Tak Terduga Ini, Endingnya Bikin Tepuk Jidat

Saat bekerja pada majikannya, Abu Nawas dianggap lambat dan sering salah dalam melakukan sesuatu.


Gegara Dianggap Lambat oleh Majikannya, Abu Nawas Lakukan Hal Tak Terduga Ini, Endingnya Bikin Tepuk Jidat
Ilustrasi Abu Nawas (Kalam.sindonews)

AKURAT.CO  Sebagian mungkin masih banyak yang belum tahu jika seseorang Abu Nawas pernah bekerja kepada saudagar yang sangat kaya di wilayahnya. Akan tetapi, karena tingkahnya yang kadang nyeleneh itu, terkadang membuatnya susah untuk melakukan pekerjaan tersebut.

Kisah ini berawal pada suatu hari, sang saudagar yang menjadi majikan Abu Nawas itu memanggilnya dan berkata,

"Wahai Abu Nawas, kemarilah. Sebanarnya aku telah mengakui jika engkau adalah orang yang baik. Namun engakau ini sangat lamban dalam bekerja,"

Sebelumnya, diketahui sang saudagar melihat kinerja Abu Nawas yang semakin hari tidak pernah menyelesaikan targetnya. Misalnya, pada saat Abu Nawas disuruh untuk membeli tiga butir telur, dirinya tidak langsung membeli ketiga butir telur tersebut. Melainkan, ia membelinya satu persatu, sehingga untuk membeli ketiga telur itu, dirinya perlu pergi sampai tiga kali ke warung.

"Mohon maaf, tuan majikan, saya memang salah. Saya jamin hal itu tidak akan terulang kembali. Untuk ke depannya, saya akan mengerjakan sekaligus supaya cepat selesai dan tidak memakan waktu,” kata Abu Nawas setelah mendapat teguran itu.

Singkat cerita, pada suatu hari, majikan Abu Nawas itu jatuh sakit. Ia segera menyuruh Abu Nawas pergi memanggil dokter. 

Akan tetapi, setelah Abu Nawas kembali, ternyata ia tidak hanya membawa sang dokter, Abu Nawas juga membawa bebarapa orang lain. Abu Nawas lalu memasuki kamar majikannya yang sedang berbaring di ranjang. 

"Dokter sudah datang dan yang lain-lain juga sudah datang tuan" kata Abu Nawas.

"Lalu kenapa engaku juga membawa orang-orang ini?" tanya majikannya terkaget. 

“Jadi begini tuan majikan. Dokter kan biasanya menyuruh kita untuk meminum obat. Jadi saya ke sini sekalian membawa tukang obat. Nah, tukang obat itu tentunya membuat obatnya dari bahan yang bermacam-macam, tentu juga saya  membawa orang yang berjualan bahan obat-obatan yang bermacam-macam juga. Saya juga membawa penjual arang, karena biasanya obat itu direbus dulu, jadi kita memerlukan tukang arang. Dan mungkin saja tuan tidak sembuh dan akan meninggal, jadi saya sekalian tukang membawa gali kuburan,” jelas Abu Nawas.

"Ada-ada saja engkau ini Abu Nawas," jawab sang majikan sambil menepuk jidatnya. []